Pertamina Gandeng EOG Kembangkan Migas Non-Konvensional di Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina (Persero) menjajaki penguatan kerja sama dengan perusahaan minyak dan gas asal Amerika Serikat EOG Resources pada Rabu (6/5/2026) untuk mempercepat pengembangan migas non-konvensional (MNK) di Indonesia. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi nasional di tengah tantangan penurunan cadangan dari lapangan migas konvensional.
Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut atas kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya dan difokuskan pada peluang pengembangan teknologi eksplorasi serta produksi reservoir non-konvensional. Diskusi berlangsung antara Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza dengan jajaran pimpinan EOG Resources, yakni President EOG International sekaligus Vice President International Joe Korenek dan Director Business Development International Jonathan Chung.
Reservoir non-konvensional merupakan cadangan minyak dan gas yang terperangkap dalam batuan dengan karakteristik kompleks sehingga membutuhkan teknologi khusus untuk proses ekstraksi.
Baca Juga
Stop Impor Solar Mulai April 2026, SPBU Swasta Wajib Serap Pasokan Pertamina
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menegaskan penguatan kerja sama ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional. “Pertamina saat ini fokus pada pengembangan lapangan eksisting sekaligus mendorong pengembangan reservoir non-konvensional. Untuk itu, kami terus memperkuat kapabilitas, pengetahuan, dan penguasaan teknologi guna mendukung optimalisasi produksi secara berkelanjutan,” ujarnya dikutip Jumat (8/5/2026).
Dalam pembahasan tersebut, kedua perusahaan mengeksplorasi pemanfaatan teknologi mutakhir, seperti multi-stage hydraulic fracturing, metode rekahan bertahap untuk meningkatkan aliran hidrokarbon, horizontal drilling atau pengeboran horizontal, serta optimasi desain fraktur. Teknologi tersebut selama ini menjadi salah satu keunggulan EOG Resources dalam pengembangan shale dan tight reservoir di berbagai wilayah operasinya.
Menurut Oki, peningkatan produksi tidak cukup hanya mengandalkan lapangan konvensional yang saat ini sebagian besar telah memasuki fase penurunan alami. Karena itu, pengembangan sumber daya non-konvensional dinilai menjadi salah satu opsi strategis untuk menjaga keseimbangan pasokan energi domestik dalam jangka panjang.
Dalam pertemuan tersebut, Pertamina juga menyampaikan perkembangan dukungan kebijakan yang tengah diproses pemerintah untuk mempercepat pengembangan migas non-konvensional di Indonesia. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang lebih menarik serta memberikan kepastian hukum bagi implementasi teknologi di lapangan.
Dukungan regulasi dinilai menjadi faktor krusial mengingat pengembangan migas non-konvensional membutuhkan investasi besar, transfer teknologi, dan kepastian skema komersial. Sebagai perusahaan dengan pengalaman panjang dalam pengembangan shale dan tight reservoir, EOG Resources dinilai memiliki kapabilitas yang relevan untuk mendukung strategi Pertamina.
Baca Juga
Gandeng SLB, Pertamina Fokuskan Teknologi Digital untuk Tingkatkan Produksi Migas
Keunggulan perusahaan asal Amerika Serikat itu terletak pada pendekatan berbasis inovasi teknologi dan efisiensi operasional dalam mengoptimalkan produksi dari reservoir kompleks. Penjajakan penguatan kerja sama ini juga dipandang sebagai langkah strategis untuk mempercepat implementasi teknologi eksplorasi mutakhir di sektor hulu migas Indonesia.
Pertamina berharap kolaborasi lanjutan tersebut mampu mempercepat realisasi potensi migas non-konvensional sebagai salah satu sumber pertumbuhan produksi nasional.

