Pacu Produksi Migas Nasional, Pertamina EP dan RH Petrogas Genjot Eksplorasi Migas di Papua Barat Daya
JAKARTA, investortrust.id - Dua perusahaan minyak dan gas bumi (migas) yang beroperasi di wilayah Sorong, Pertamina EP dan RH Petrogas, menyatakan kesiapannya untuk melakukan pengembangan dan eksplorasi sumur minyak baru di wilayah Sorong, Papua Barat Daya. Ekspansi ini sejalan dengan target pemerintah untuk menaikkan lifting migas.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) diminta lebih fokus pada percepatan eksplorasi dan eksploitasi migas, serta menarik investor untuk meningkatkan cadangan migas Indonesia. Selain itu, SKK Migas memberikan insentif dan kemudahan untuk KKKS yang akan melakukan eksplorasi dan eksploitasi.
Baca Juga
“Target kita adalah menaikkan lifting, tidak ada yang lain. Ini sejalan dengan program dan Asta cita Presiden Prabowo- Gibran dan telah menjadi target Kementerian ESDM, kita akan kejar terus lifiting sesuai target yang telah ditetapkan, “ kata Djoko Siswanto dalam keterangannya, Minggu (15/6/2025).
President RH Petrogas Indonesia, Ferry Hakim menyebutkan, saat ini Wilayah Kerja Kepala Burung menghasilkan lebih dari 4.000 barel minyak per hari (BOPD) dan lebih dari 20 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
“Keseluruhan produk baik minyak mentah maupun gas dari Wilayah Kerja Kepala Burung diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan dan ketahanan energi domestik,” jelas Ferry.
Baca Juga
Bahlil Tuding IMF Jadi Biang Kerok Turunnya Lifting Minyak Nasional
Tahun 2025 ini, Petrogas (Basin) Ltd berencana melakukan tajak dua sumur eksplorasi yaitu sumur karim 1 dan NW klagagi-1 di Wilayah Kerja Kepala Burung untuk menemukan cadangan minyak dan gas baru.
Kemudian, pada tahun 2026 akan dilakukan kegiatan eksplorasi lanjutan yaitu survey Onshore 3D Seismic Acquisition untuk mengevaluasi prospektifitas dan potensi cadangan migas di Wilayah Kerja Kepala Burung.
Selain itu, untuk mengoptimalkan produksi dari lapangan eksisting, juga direncanakan untuk dilakukan Walio Pilot EOR di Wilayah Kerja Kepala Burung, serta Matoa Huff & Puff di Wilayah Kerja Salawati oleh Petrogas (Island) Ltd.
Baca Juga
Prabowo Serius Percepat Hilirisasi dan Tingkatkan Lifting Migas Nasional
Dalam upaya mendukung program Pemerintah meningkatkan produksi nasional, Pertamina EP Papua Field menargetkan lima sumur eksplorasi dan empat sumur pengembangan.
Empat sumur eksplorasi telah selesai dikerjakan yaitu Markira (MKS)-001, Kembo (KMO)-001, Buah Merah (BMR)-001, North East Markisa(NEM)-001 dan 1 sumur eksplorasi Bitangur (BIT)-001 yang saat ini sedang proses serta empat sumur pengembangan di Salawati (SLW-C4X, SLW-E6X, SLW-F2X, SLW-F3X).
Saat ini, Pertamina EP zona 14 regional Indonesia Timur (Papua Field) mengelola lebih dari 100 sumur aktif dengan produksi minyak sebesar 800 BOPD.

