Bagikan

Pertamina dan Apache Bahas Pengembangan 'Reservoir' Migas Nasional

Poin Penting

Pertamina dan Apache menjajaki kolaborasi pengembangan reservoir konvensional dan non-konvensional.
Fokus kerja sama mencakup teknologi Enhanced Oil Recovery dan Multi-Stage Fracturing.
Diskusi juga membuka peluang investasi global dan penguatan portofolio internasional Pertamina.

HOUSTON, Investortrust.id - PT Pertamina (Persero), menjajaki peluang kerja sama strategis dengan perusahaan energi asal Amerika Serikat Apache Corporation untuk memperkuat pengembangan operasi hulu minyak dan gas bumi (migas). Diskusi yang berlangsung di Houston difokuskan pada pengembangan reservoir konvensional dan non-konvensional guna mendukung peningkatan produksi minyak nasional.

Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Direktur Utama PT Pertamina Oki Muraza, Senior Vice President U.S. Assets & Corporate Development Apache Corporation Scott Grandt, serta jajaran manajemen kedua perusahaan. Pembahasan mencakup sejumlah peluang kolaborasi, mulai pengembangan aset hulu migas di Indonesia, potensi ekspansi kerja sama internasional, hingga penjajakan investasi Apache di sektor eksplorasi dan produksi migas nasional.

Salah satu isu utama yang dibahas ialah pengembangan low quality reservoir, yaitu lapisan cadangan migas dengan tingkat produktivitas rendah yang membutuhkan teknologi khusus untuk dapat dioptimalkan. Pertamina dan Apache menilai penerapan enhanced oil recovery (EOR), teknologi untuk meningkatkan perolehan minyak dari sumur eksisting, serta multi-stage fracturing (MSF), metode rekahan bertingkat untuk membuka aliran hidrokarbon, berpotensi mendongkrak produktivitas lapangan migas nasional.

Baca Juga

Pertamina Perkuat Posisi Indonesia Lewat GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika

"Teknologi tersebut relevan untuk menjawab tantangan lapangan migas Indonesia yang semakin kompleks dan membutuhkan pendekatan operasi yang lebih presisi," kata Oki dikutip Kamis (7/5/2026).

Selain pengembangan lapangan konvensional, kedua perusahaan juga menjajaki potensi kerja sama pada pengembangan unconventional reservoir atau cadangan migas non-konvensional. Jenis reservoir ini dinilai memiliki prospek strategis di tengah perubahan dinamika keekonomian energi global dan penyesuaian rantai pasok internasional.

Oki mengatakan, pengembangan migas non-konvensional membutuhkan ekosistem industri yang kompetitif. "Hal itu mencakup skema fiskal yang menarik, kepastian regulasi, penguatan rantai pasok domestik, serta dukungan mitra global yang memiliki pengalaman teknis dan operasional," kata dia.

Ilustrasi minyak. Dok Pertamina

Dalam diskusi tersebut, Pertamina juga membuka peluang partnership pada sejumlah aset migas domestik milik perseroan. Selain itu, perusahaan menjajaki kolaborasi untuk pengembangan aset internasional guna memperkuat strategi ekspansi global. Pembahasan turut menyinggung penguatan strategi merger and acquisition atau akuisisi dan penggabungan usaha untuk memperluas portofolio bisnis hulu.

Saat ini, Pertamina memiliki portofolio internasional yang terus berkembang dengan produksi luar negeri sekitar 200 ribu barel oil per day. Produksi tersebut menopang strategi diversifikasi aset perusahaan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pasokan energi nasional.

Ekspansi Global Pertamina

Pertamina saat ini juga memperkuat partisipasi dalam sejumlah proyek strategis, baik domestik maupun internasional. Beberapa proyek yang tengah dikembangkan, antara lain wilayah kerja di Cekungan Kutai bersama perusahaan energi Italia Eni S.p.A serta pengembangan Lapangan Abadi Masela bersama Indpex Corporation dan Petronas.

Baca Juga

Produksi Migas Pertamina Hulu Energi Capai 956 MBOEPD di Awal 2026

Di sisi lain, Apache menyampaikan strategi internasional perusahaan saat ini berfokus pada pertumbuhan aset yang mampu menciptakan nilai berkelanjutan melalui pendekatan organik. Apache memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan aset migas konvensional onshore di Mesir serta pengembangan operasi di kawasan Permian Basin, Amerika Serikat.

Pertamina sendiri telah memulai pengeboran dengan pendekatan Multi-Stage Fracturing sebagai bagian dari percepatan peningkatan produksi migas konvensional di Indonesia.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024