Bagikan

Harga Emas Antam (ANTM) Turun Rp 35.000, Investor Cermati Risiko Inflasi Global

Poin Penting

Harga emas Antam turun menjadi Rp2,760 juta per gram, terkoreksi Rp35.000 dari perdagangan sebelumnya.
Eskalasi konflik AS-Iran memicu penguatan dolar AS dan menekan permintaan emas global di pasar spot.
Pasar kini menanti data ekonomi AS sebagai petunjuk arah suku bunga Federal Reserve dalam beberapa bulan.

JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Selasa (5/5/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,760 juta atau turun Rp 35.000 dari Senin (4/5/2026) Rp 2,795 juta per gram setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu penguatan dolar AS sekaligus memperbesar kekhawatiran inflasi.

Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,545 juta atau turun Rp 40.000 dari sebelumnya Rp 2,585 juta.

Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang melemah tajam pada perdagangan Senin (4/5/2026). Harga emas spot turun 2,6% menjadi US$ 4.524,40 per ons pada penutupan perdagangan. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni ditutup melemah 2,4% ke level US$ 4.533,30.

Iran menyerang sejumlah kapal di Selat Hormuz dan membakar fasilitas pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab, memicu eskalasi terbesar sejak gencatan senjata diumumkan 4 pekan lalu. Situasi tersebut berkembang setelah upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggunakan Angkatan Laut AS untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis di kawasan tersebut.

Kondisi ini langsung mengguncang pasar energi global. Harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari 5%, sementara dolar AS menguat signifikan terhadap mayoritas mata uang utama dunia.

Penguatan mata uang AS membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan.


Baca Juga

Harga Emas Turun Pasca-The Fed Tahan Suku Bunga

Lonjakan harga energi dinilai memperbesar risiko inflasi global. Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar semakin memperkirakan bank sentral utama dunia, khususnya Federal Reserve AS (The Fed), akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk meredam tekanan harga.

Pandangan itu semakin menguat setelah Barclays bergabung dengan sejumlah perusahaan pialang besar yang memperkirakan The Fed tidak akan memangkas suku bunga sepanjang tahun ini.

Federal Reserve pekan lalu mempertahankan suku bunga acuan dalam keputusan yang disebut sebagai yang paling terbelah sejak 1992. Sikap hati-hati bank sentral AS muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi dapat mengganggu stabilitas ekonomi.

Fokus investor kini tertuju pada serangkaian data ekonomi penting Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini, termasuk data lowongan pekerjaan, laporan ketenagakerjaan ADP, serta data nonfarm payrolls April. Data-data tersebut akan menjadi petunjuk utama arah kebijakan moneter The Fed dalam beberapa bulan mendatang.

Meski emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak geopolitik, logam mulia cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga tinggi bertahan karena tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen pendapatan tetap.


Baca Juga

AADI hingga EMAS Melonjak, Saham Boy Thohir Kuasai Top Gainer BEI Sepanjang Ytd

Datar harga emas Antam hari ini:

- Emas 0,5 gram: Rp 1,430 juta

- Emas 1 gram: Rp 2,760 juta

- Emas 2 gram: Rp 5,460 juta

- Emas 3 gram: Rp 8,165 juta

- Emas 5 gram: Rp 13,575 juta

- Emas 10 gram: Rp 27,095 juta

- Emas 25 gram: Rp 67,612 juta

- Emas 50 gram: Rp 135,145 juta

- Emas 100 gram: Rp 270,212 juta

- Emas 250 gram: Rp 675,265 juta

- Emas 500 gram: Rp 1,350,320 miliar

- Emas 1.000 gram: Rp 2,700,600 miliar.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024