Harga Antam (ANTM) Turun Tipis meski Emas Global 'All Time High'
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Selasa (27/1/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,916 juta atau turun Rp 1.000 dari Senin (26/1/2026) Rp 2,917 juta per gram saat harga emas global naik tembus rekor seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan risiko fiskal global yang mendorong investor mencari aset aman.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 2,917 juta per gram yang dicetak pada Senin 26 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,749 juta atau turun Rp 1.000 dari sebelumnya Rp 2,750 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada Senin (27/1/2026) waktu AS, menembus US$ 5.100 per ons,
Baca Juga
Paripurna DPR Sepakati Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Harga emas spot naik 2,4% dan sempat diperdagangkan di US$ 5.102 per ons sebelum terkoreksi tipis ke US$ 5.086 per ons. Pada saat yang sama, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak Februari menguat 2,1% ke US$ 5.087 per ons.
Kenaikan tajam harga logam mulia terjadi di tengah meningkatnya risiko geopolitik di sejumlah kawasan, mulai Greenland dan Venezuela hingga Timur Tengah. Eskalasi di berbagai titik konflik tersebut memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian global yang kian meluas.
Sementara itu, Goldman Sachs, bank investasi global, melihat basis permintaan emas telah meluas melampaui saluran tradisional. Kepemilikan exchange-traded fund (ETF) barat meningkat sekitar 500 ton sejak awal 2025, sementara instrumen lindung nilai baru terhadap risiko kebijakan makro, termasuk pembelian fisik oleh kelompok kaya, muncul sebagai sumber permintaan yang semakin penting.
Goldman Sachs juga menaikkan proyeksi harga emas Desember 2026 menjadi US$ 5.400 per ons, dari perkiraan sebelumnya US$ 4.900 per ons. Kenaikan proyeksi tersebut didasarkan pada pandangan bahwa kebutuhan lindung nilai terhadap risiko makroekonomi dan kebijakan global kini bersifat “melekat”, sehingga secara efektif meningkatkan titik awal harga emas tahun ini.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Terkoreksi Seusai Cetak Rekor Tertinggi
Dari sisi bank sentral, pembelian emas tetap berada di level tinggi. Goldman Sachs memperkirakan pembelian emas oleh bank sentral kini rata-rata 60 ton per bulan, jauh di atas rata-rata sebelum 2022 yang hanya 17 ton per bulan. Bank sentral di negara berkembang dinilai terus mengalihkan sebagian cadangan devisanya ke emas untuk memperkuat stabilitas jangka panjang.
Bank tersebut juga berasumsi bahwa lindung nilai terhadap risiko kebijakan makro global, termasuk kekhawatiran mengenai keberlanjutan fiskal, akan bertahan hingga 2026. Kondisi ini berbeda dengan lindung nilai terkait pemilu yang cenderung mereda setelah pemilihan presiden Amerika Serikat pada akhir 2024.
Berikut harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,508 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,916 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,772 juta
- Emas 3 gram: Rp 8,633 juta
- Emas 5 gram: Rp 14,355 juta
- Emas 10 gram: Rp 28,655 juta
- Emas 25 gram: Rp 71,512 juta
- Emas 50 gram: Rp 142,945 juta
- Emas 100 gram: Rp 285,812 juta
- Emas 250 gram: Rp 714,265 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,428,320 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,856,600 miliar.

