PLN dan Kemendes PDT Percepat Desa Mandiri Berbasis Listrik
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT PLN (Persero) memperkuat komitmennya mendorong transformasi desa mandiri melalui kerja sama strategis dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT). Sinergi ini diarahkan untuk memperluas akses listrik, meningkatkan produktivitas ekonomi desa, dan mempercepat pembangunan wilayah tertinggal.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang pemanfaatan dan pengelolaan tenaga listrik dalam rangka peningkatan perekonomian serta produktivitas desa dan daerah tertinggal. Penandatanganan dilakukan di kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal di Jakarta, belum lama ini.
Kolaborasi ini mencakup integrasi data dan pemetaan kebutuhan energi desa. Selain itu, kerja sama juga meliputi percepatan akses listrik di wilayah terbatas, pemanfaatan listrik untuk kegiatan ekonomi produktif, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan energi baru terbarukan berbasis potensi lokal.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan desa harus diposisikan sebagai subjek pembangunan nasional. Penguatan desa melalui kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang merata.
“Desa hari ini bukan hanya objek pembangunan tapi subjek pembangunan. Maka saat yang tepat kita harus melakukan dan memastikan semua energi kita untuk kita arahkan ke desa, biar desa itu berdaya, mandiri dan bisa maju. Karena kalau desa maju insyaAllah Indonesia akan maju,” ujar Yandri dikutip Jumat (1/5/2026).
Baca Juga
PLN Ungkap Penyebab Listrik Padam di Sejumlah Wilayah Jakarta
Ia menambahkan kolaborasi ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto yang menekankan optimalisasi pembangunan desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Pembangunan desa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Bapak Presiden mengarahkan kita ini punya desa binaan. Jadi nanti dari kampus, dari swasta, dari BUMN, siapa pun kita, sejatinya punya desa binaan. Karena kalau kita membangun desa, otomatis membangun Indonesia,” katanya.
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad yang turut hadir dalam acara tersebut menilai sinergi lintas sektor ini menjadi fondasi penting untuk mempercepat kemajuan desa. “Ini adalah wujud sinergi yang sangat baik sekali. Luar biasa tentunya berkolaborasi untuk kesejahteraan masyarakat, untuk kemaslahatan banyak pihak,” ujar Raffi.
Direktur Utama PT PLN Persero Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa akses listrik yang merata hingga ke desa-desa menjadi syarat utama dalam menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Ini ada semangat bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu bukan hanya tulisan di atas kertas, tapi harus diwujudkan dalam bentuk yang nyata, yaitu desa bukan lagi halaman belakang, tetapi ujung tombak titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Oleh karena itu, bagaimana akses terhadap energinya tidak boleh tertinggal lagi,” tutur Darmawan.
Baca Juga
Konsolidasi Fiber PLN Icon Plus Jadi Katalis Baru, Saham Telkom (TLKM) Bisa Terkerek Segini
Ia menilai sinergi antar-lembaga menjadi kunci untuk membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih produktif. Listrik, menurut dia, tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi katalis untuk membuka peluang usaha baru, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta memperbaiki kualitas hidup secara menyeluruh.
“Tentu saja tidak ada satu pun yang bisa melakukan pengentasan kemiskinan ini dalam suasana kesendirian. Sesuai arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, ini bisa kita laksanakan kalau kita membangun kolaborasi. Untuk itu kita siap laksanakan dan insyaAllah bisa terwujud,” pungkas Darmawan.

