Konsolidasi Fiber PLN Icon Plus Jadi Katalis Baru, Saham Telkom (TLKM) Bisa Terkerek Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melalui anak usahanya PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) berpeluang mengakuisisi maupun konsolidasi aset fiber PLN Icon Plus. Aksi ini disebut bakal menjadi katalis penguatan pertumbuhan dan membuka nilai (value unlocking) perseroan ke depan.
Jika aksi korporasi ini direalisasikan, BRI Danareksa Sekuritas estimasi nilaiw ajar saham TLKM akan meningkat ke rentang Rp 4.100-4.500. Hal ini menjadikan saham operator telekomunikasi terbesar di Indonesia ini dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 4.000.
Baca Juga
Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan dan Kafi Ananta dalam riset pekan ini mengatakan, konsolidasi aset fiber milik PLN Icon Plus dengan Infranexia dipandang sebagai strategi reposisi pasca restatement aset fiber dengan tujuan membangun kembali skala bisnis serta meningkatkan daya tarik investasi di InfraNexia.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa Telkom disebut telah menerima arahan dari Danantara untuk mengonsolidasikan aset fiber PLN Icon Plus. Konsolidasi bertujuan untuk efisiensi infrastruktur BUMN yang tumpang tindih, sehingga profil investasi InfraNexia meningkat.
PLN Icon Plus memiliki jaringan fiber lebih dari 400 ribu kilometer secara nasional dengan kapasitas sekitar 1,2 juta home connect dan 2,7 juta home passes. Perusahaan ini juga melayani segmen korporasi, pemerintah, serta kebutuhan internal PLN.
Baca Juga
Opsi IPO Batal, Telkom (TLKM) Adopsi Model ‘Strategic Partner’ Telkomsel-Singtel untuk InfraNexia
Anak usaha PLN ini disebut mencatat pendapatan sebesar Rp 6,9 triliun pada 2024 dengan Rp 4,9 triliun berasal dari layanan telekomunikasi. Pada semester I-2025, pendapatan tercatat Rp 3,6 triliun dengan estimasi kontribusi telekomunikasi Rp 2,7 triliun.
Adapun pendapatan telekomunikasi PLN Icon tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp 5,4 triliun dengan EBITDA sekitar Rp 2,6 triliun. “Angka ini berpotensi memberikan tambahan EBITDA sekitar 26% terhadap basis standalone InfraNexia,” tulisnya.
BRI Danareksa Sekuritas menambahkan bahwa konsolidasi ini juga berpotensi meningkatkan peluang monetisasi melalui masuknya investor strategis. Telkom ditargetkan dapat melepas 20-30% saham InfraNexia dengan valuasi di kisaran 9-12 kali EV/EBITDA. “Dengan skenario tersebut, estimasi nilai wajar saham TLKM berada di rentang Rp 4.100-4.500,” tulisnya

