Restrukturisasi BUMN Karya Dikebut, Danantara Tuntut Laporan Keuangan yang Lebih Realistis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara mempercepat langkah transformasi besar-besaran di tubuh BUMN sektor konstruksi.
Dalam rapat koordinasi strategis yang dihadiri oleh seluruh jajaran Direksi BUMN Karya, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menekankan pentingnya penyehatan kinerja demi membangun sektor konstruksi nasional yang lebih sehat, transparan, dan akuntabel.
Fokus utama dalam agenda restrukturisasi ini menyasar pada perbaikan fundamental tata kelola perusahaan. Danantara menegaskan setiap BUMN Karya kini dituntut untuk menyajikan laporan keuangan yang lebih realistis dan kredibel.
Langkah ini dipandang mendesak untuk meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi serta memperkuat prinsip transparansi sebagai fondasi utama guna mengembalikan kepercayaan para pemangku kepentingan (stakeholders).
Dalam arahannya, Dony Oskaria menggarisbawahi bahwa pembenahan yang tengah dilakukan tidak hanya sekadar memoles angka-angka di atas kertas, melainkan sebuah perubahan menyeluruh.
Baca Juga
Merger 7 BUMN Karya Dikebut, Ditargetkan Rampung Semester II-2026
Ia menekankan bahwa aspek non-finansial memegang peranan yang sama pentingnya dalam proses penyehatan perusahaan plat merah tersebut.
“Transformasi tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola, kepatuhan terhadap regulasi, serta penguatan transparansi. Melalui langkah ini, BUMN Karya diharapkan dapat menjadi lebih sehat, kredibel, dan memiliki daya saing yang kuat,” ujar Dony dalam keterangannya, Rabu (16/4/2026).
Melalui langkah restrukturisasi yang kini dibuat lebih terarah dan terukur, pemerintah optimistis BUMN Karya dapat kembali menjadi pilar utama dalam pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan.
Transformasi ini juga diharapkan mampu mendongkrak daya saing perusahaan konstruksi negara di level yang lebih tinggi.
Sebagai pengelola, BP BUMN dan Danantara berkomitmen untuk terus mengawal proses transformasi ini secara berkelanjutan. Harapannya, penguatan kinerja perusahaan-perusahaan karya ini tidak hanya memperbaiki rapor internal mereka, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi akselerasi perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat luas.

