Migas Jadi Mesin Uang Daerah, PetroChina Kontribusi Terbanyak untuk Jambi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kontribusi fiskal, seperti dana bagi hasil (DBH) migas dan pajak bumi dan bangunan (PBB) sektor migas, yang menjadi sumber utama pendapatan daerah dan pembiayaan pembangunan.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pertamina Rinto Pudyantoro mengatakan dampak industri hulu migas terhadap daerah bersifat luas dan berlapis.
“Kontribusi hulu migas terhadap daerah dapat dilihat secara langsung dari DBH migas dan PBB migas. Ini adalah bentuk nyata penerimaan yang langsung masuk ke kas daerah dan menjadi bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” ujarnya di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Baca Juga
Di Kabupaten Tanjung Jabung, Provinsi Jambi, aktivitas operasional PetroChina International Jabung Ltd tercatat memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan daerah. Berdasarkan data Kementerian Keuangan 2025, sektor ini menyumbang sekitar Rp 698 miliar melalui DBH migas dan sekitar Rp 280 miliar dari PBB migas.
Nilai tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan kabupaten dan kota lain di Provinsi Jambi. Penerimaan ini berperan penting dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk pembiayaan infrastruktur, layanan pendidikan, kesehatan, serta program peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan DBH migas merupakan bagian dari penerimaan negara yang dibagikan kembali kepada daerah penghasil, sementara PBB migas menjadi salah satu komponen pajak terbesar dalam struktur penerimaan daerah.
Menurut Rinto, secara nasional sektor migas memiliki kontribusi signifikan terhadap penerimaan PBB. Ia menyebut sekitar setengah dari total penerimaan PBB berasal dari sektor ini, dan sekitar 98% di antaranya didistribusikan kembali ke daerah. Hal ini menunjukkan besarnya manfaat ekonomi sektor migas bagi wilayah penghasil.
Efek Berganda Ekonomi
Rinto menekankan bahwa dampak industri hulu migas tidak hanya berhenti pada penerimaan fiskal langsung. Ia menilai sektor ini juga menciptakan efek berganda yang signifikan terhadap perekonomian daerah.
Baca Juga
Blokade AS di Selat Hormuz Picu Ketidakpastian, Harga Minyak Kembali Naik dan Risiko Konflik Meluas
“Sering kita hanya melihat dari sisi penerimaan negara atau daerah, padahal itu baru sebagian kecil dari keseluruhan dampak. Aktivitas hulu migas menciptakan efek berantai, mulai dari penciptaan lapangan kerja, perputaran ekonomi lokal, hingga dukungan terhadap sektor lain seperti listrik dan industri,” ungkapnya.
Dengan kontribusi yang terus berlanjut, industri hulu migas dinilai tetap menjadi pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Ke depan, penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri menjadi kunci untuk mengoptimalkan manfaat ekonomi sektor ini secara berkelanjutan.

