Kopdes Merah Putih Milik Warga, 97% Laba Kembali ke Anggota
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan peran Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih sebagai penggerak perekonomian sekaligus instrumen pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Menepis isu yang menyebut Agrinas akan mengambil alih pengelolaan, Joao menekankan Kopdes Merah Putih adalah milik masyarakat desa atau kelurahan. Bahkan ia menyebut keuntungan yang didapatkan Kopdes Merah Putih akan dibagikan ke masyarakat desa atau kelurahan sebagai anggota koperasi.
"Koperasi Desa Merah Putih ini 97% keuntungannya dikembalikan kepada masyarakat desa itu. Partisipasi kolektif masyarakat desa itu akan menentukan keberhasilan koperasi tersebut," kata Joao di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Ia menambahkan, Kopdes Merah Putih akan dikelola oleh manajemen profesional dan transparan seperti halnya koperasi-koperasi modern di beberapa negara.
Baca Juga
LPDB Koperasi Ajak Generasi Muda Bangun Ekonomi Gotong Royong Lewat Koperasi
"Kalau bisa kita jadikan referensi adalah beberapa koperasi di Eropa, yaitu Mondragon, Amul di India, koperasi NTUC di Singapura. Itu sebetulnya adalah koperasi-koperasi modern yang mengelola secara digital, profesional, transparan, dan akuntabel," paparnya.
PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai BUMN yang akan diberikan tanggung jawab untuk mengelola KDKMP selama masa transisi dua tahun, juga memastikan pengelolaan yang terdigitalisasi, transparan, dan terintegrasi.
"Pengelolaannya dengan digitalisasi, transparansi dan keterbukaan sehingga partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan itu bisa dilakukan secara maksimal," ucapnya.
Joao mengatakan program Kopdes Merah Putih yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini mengutamakan partisipasi aktif masyarakat sebagai subjek dalam perekonomian Indonesia.
Baca Juga
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
Kopdes Merah Putih, Joao menjelaskan, tidak akan mematikan warung-warung kelontong milik masyarakat. Sebaliknya, KDKMP bisa berkolaborasi sebagai pemasok untuk warung-warung kelontong di desa/kelurahan.
Berbeda dengan program koperasi sebelumnya, Kopdes Merah Putih memastikan bahwa distribusi logistik dan finansial berada dalam kendali masyarakat, sehingga dapat berkontribusi langsung terhadap pembangunan ekonomi desa/kelurahan.

