LPDB Koperasi Ajak Generasi Muda Bangun Ekonomi Gotong Royong Lewat Koperasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB Koperasi) terus mendorong penguatan ekosistem koperasi sebagai motor pemerataan ekonomi nasional. Melalui berbagai program pembiayaan dan inkubasi koperasi, LPDB Koperasi mengajak generasi muda untuk terlibat aktif membangun ekonomi berbasis gotong royong melalui koperasi.
Dengan semangat tersebut, koperasi diharapkan tidak lagi identik dengan koperasi simpan pinjam atau tempat pensiunan. LPDB Koperasi kini membidik generasi Z dan milenial, khususnya di sektor industri kreatif, digital, dan produksi, agar koperasi menjadi pusat pertumbuhan sekaligus pemerataan ekonomi.
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman mengatakan, koperasi memiliki peran penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu merata jika tidak diimbangi dengan pemerataan ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.
Baca Juga
LPDB Salurkan Dana Bergulir Rp47 Miliar untuk Proyek Fiber Optik Koperasi Indosat
“Saat ini rata-rata usia anggota koperasi di Indonesia adalah 55 tahun. Padahal, kita memiliki 147 juta generasi muda yang produktif. Ini adalah senjata rahasia Indonesia. Bayangkan jika para kreator digital, penulis lagu, pekerja kreatif hingga production house bersatu membentuk koperasi. Kekuatan ekonomi yang tercipta akan luar biasa, mirip dengan model FC Barcelona yang sukses secara global melalui sistem koperasi,” ujar Deva dalam siniar Ramadan Spark dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Guna mendukung regenerasi tersebut, LPDB Koperasi yang berstatus sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Koperasi dan didukung oleh Kementerian Keuangan menyediakan fasilitas pembiayaan yang lebih ramah dibandingkan lembaga perbankan.
Deva menjelaskan, program pinjaman atau pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi menawarkan tarif layanan yang lebih terjangkau baik melalui pola konvensional maupun syariah. “Kalau di perbankan rata-rata bunganya bisa sekitar 12 persen. Di LPDB Koperasi kita memberikan skema yang jauh lebih ramah bagi koperasi agar mereka bisa berkembang,” ujarnya.
Selain itu, pembiayaan diberikan tanpa biaya provisi maupun biaya administrasi. Pendanaan juga diarahkan secara khusus pada koperasi di sektor produktif. LPDB Koperasi juga menjalankan program inkubator yang bekerja sama dengan berbagai lembaga inkubator. Program ini mampu menginkubasi hingga 220 koperasi setiap tahun agar siap naik kelas, akuntabel, dan mandiri secara digital.
Baca Juga
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan hingga Rp 20 Miliar
LPDB Koperasi juga menyoroti keberhasilan koperasi binaan yang telah mampu melakukan ekspor komoditas berskala internasional, seperti manggis dan nanas.
Ke depan, seiring dengan revisi undang-undang perkoperasian, pemerintah juga mendorong koperasi dapat masuk ke sektor-sektor strategis yang sebelumnya terbatas, seperti industri penyedia layanan kesehatan hingga penyelenggaraan haji dan umrah.
Selain itu, LPDB Koperasi memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang dibentuk melalui konsensus masyarakat desa, kepala desa, serta tokoh adat.
Generasi Muda
Menurut Deva, Indonesia memiliki bonus demografi yang sangat besar. Jika generasi mudanya mau kembali membangun ekonomi daerah melalui koperasi, desa dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
LPDB Koperasi berharap program ini mampu menarik kembali anak muda yang selama ini merantau ke wilayah urban untuk pulang ke desa dan membangun ekosistem ekonomi yang kuat di daerah asalnya.
Baca Juga
Lewat LPDB, Menteri Koperasi Bakal Guyur Dana untuk Sediakan Bahan Pangan MBG
“Sudah saatnya anak muda tidak hanya berjuang dan berbisnis sendirian. Dengan syarat pendirian yang kini lebih mudah, mari berserikat, bentuk koperasi, dan manfaatkan dana dari pemerintah. Koperasi bukan hanya soal cuan, tapi cuan bersama untuk kebangkitan ekonomi Indonesia,” kata Deva.
Ia menambahkan momentum Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong dalam perekonomian. Nilai tersebut sejalan dengan prinsip koperasi yang menekankan kebersamaan, keadilan, dan pemerataan kesejahteraan.
Melalui berbagai program pembiayaan, inkubasi, dan penguatan ekosistem koperasi, LPDB Koperasi berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang menjadikan koperasi sebagai pilihan untuk membangun usaha bersama sekaligus memperkuat ekonomi nasional.

