Picu Efek Berganda, KSP Sebut Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah melalui Kantor Staf Presiden (KSP) mengatakan program 3 juta rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto dapat memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian, di antaranya pelibatan 185 industri turunan serta penyerapan tenaga kerja langsung dan tidak langsung.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menjelaskan efek berganda tersebut disebabkan meningkatnya permintaan terhadap rantai pasok domestik. Hal itu, lanjutnya, juga akan berdampak positif bagi usaha, baik skala lokal maupun nasional.
“Eksekusi program 3 juta rumah memicu reaksi berantai dan multiplier effect yang menggerakkan roda ekonomi dari skala usaha mikro hingga korporasi besar,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Baca Juga
Hashim: Program 3 Juta Rumah Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi ke 7%
Sebagai contoh, ia menjelaskan program tersebut dapat meningkatkan permintaan bagi setidaknya 185 industri turunan, yang terbagi ke dalam dua kelompok, yakni industri hulu dan hilir.
Di sisi hulu, ia menjabarkan program ini dapat meningkatkan utilisasi produksi material dasar, seperti semen, baja ringan, keramik, batu bata, genting, dan cat. Sementara di sisi hilir, program ini dapat menggeliatkan permintaan UMKM furnitur, produsen alat elektronik rumah tangga, desain interior, serta jasa asuransi dan perbankan.
Ia menambahkan peningkatan permintaan di sektor hilir akan semakin intensif setelah serah terima rumah dilakukan. "Pembangunan rumah mengaktifkan sedikitnya 185 industri turunan yang terbagi dalam dua kelompok utama," tambah dia.
Baca Juga
Menteri Nusron Usul Tambahan Rp 2,03 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah
Namun, efek berganda tersebut tak hanya berhenti sampai situ. Qodari berujar, konstruksi 3 juta rumah juga dapat menyerap pekerja terampil dan nonterampil. Pembangunan satu unit rumah tapak rata-rata melibatkan lima hingga tujuh pekerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Bahkan, program ini juga membuka peluang kerja bagi profesi pendukung, seperti arsitek, insinyur sipil, dan mandor bangunan. Di samping itu, program ini diharapkan bermanfaat bagi tenaga kerja di luar proses konstruksi, seperti pekerja pabrik material, sopir logistik, hingga pelaku sektor informal, seperti pedagang makanan di sekitar lokasi proyek.
"Program ini telah menciptakan ekosistem ekonomi baru yang membuka peluang kerja riil bagi masyarakat," pungkas dia.

