TransTRACK Raup US$ 45 Juta di Tahun 2025, Siap Bidik Sektor Maritim-Perkebunan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kinerja TransTRACK terus menunjukkan tren positif seiring strategi ekspansi global yang semakin agresif. Perusahaan mencatat pendapatan sekitar US$ 45 juta pada 2025 dan kini sedang membidik ekspansi ke lebih dari 10 negara hingga 2028.
Founder & CEO TransTRACK Anggia Meisesari mengatakan momentum tujuh tahun perusahaan menjadi titik percepatan ekspansi ke Asia Tenggara dan Timur Tengah. Fokus perusahaan kini tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga memperdalam penetrasi di sektor bernilai tinggi.
“Memasuki tahun ketujuh, kami melihat momentum yang sangat kuat untuk scale-up secara global, khususnya di Asia Tenggara dan Timur Tengah,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Ekspansi terbaru menyasar negara seperti Vietnam, Thailand, Oman, Bahrain, dan Kuwait. Langkah ini melengkapi kehadiran TransTRACK di Malaysia, Singapura, Australia, Arab Saudi, dan Qatar.
Baca Juga
Ekspansi ke Timur Tengah, TransTRACK Pamer Solusi Maritim di Qatar
Sebagaimana diberitakan, TransTRACK mencatat pendapatan sekitar US$ 45 juta atau Rp 771 miliar pada 2025 dengan model bisnis berbasis recurring revenue atau pendapatan berulang. Perusahaan juga membukukan gross margin sekitar 73%, margin bersih 20%, serta tingkat churn sebesar 0,6%.
Di sisi lain, perusahaan juga mengarahkan fokus ke sektor industri dengan potensi tinggi seperti maritim dan perkebunan. Kedua sektor ini dinilai memiliki kebutuhan teknologi yang besar serta karakteristik high value.
Chief Operating Officer TransTRACK Ledi Hari menilai sektor perkebunan mulai bertransformasi menuju digitalisasi. Hal ini membuka peluang besar bagi solusi fleet intelligence yang ditawarkan perusahaan.
“Plantation yang selama ini manual sekarang mulai masuk ke teknologi, dari harvesting sampai hilir,” jelasnya.
Dari sisi operasional, TransTRACK juga mengandalkan model bisnis berbasis recurring revenue dengan churn rate rendah di kisaran 0,6%. Strategi inilah yang dianggap mampu memperkuat fondasi ekspansi sekaligus menjaga profitabilitas perusahaan.
Ke depan, perusahaan asal Tanah Air ini akan terus memperkuat solusi berbasis AI dan data analytics. Anggia pun menyebut pihaknya masih fokus pada pertumbuhan bisnis, dan belum ada rencana untuk penawaran umum perdana (IPO).
"Apakah (akan) IPO dan lain-lain? Kami masih explore. Tapi yang jelas untuk tahun ini sih kami masih fokus di growth," tutup Anggia.

