TransTRACK Academy Resmi Meluncur, Pacu Daya Saing Industri Logistik Nasional
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan teknologi logistik TransTRACK resmi meluncurkan TransTRACK Academy di Jakarta, Kamis (3/6/2025). Inisiatif ini diyakini dapat menjawab tantangan rendahnya efisiensi logistik nasional dan mendukung daya saing industri Indonesia di pasar global.
Founder dan CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas manusia seiring transformasi digital yang masif di sektor logistik. Ia pun menyoroti tingginya GAP antara kebutuhan talenta digital dengan kemajuan teknologi.
“Teknologi saja tidak cukup. Kita butuh talenta unggul agar dampaknya nyata terhadap efisiensi dan keamanan operasional,” kata Anggia.
Di sisi lain, langkah ini juga sejalan dengan upaya menekan biaya logistik nasional yang masih tinggi, yakni sekitar 23% dari PDB atau jauh di atas rata-rata global. Studi Tenggara Strategics (2024) menunjukkan salah satu penyebabnya adalah ketidakefisienan akibat kurangnya keterampilan tenaga kerja dalam mengoperasikan teknologi modern.
Program pelatihan dalam TransTRACK Academy dirancang berbasis kebutuhan industri dan mencakup dua kurikulum awal, yakni Fleet Engineering dan Digital Supply Chain. Pelatihan ditawarkan dalam berbagai tingkat, dari pemula hingga lanjutan, dan akan dilengkapi dengan sertifikasi industri.
Co-Founder dan CTO TransTRACK, Aris Pujud Kurniawan, menambahkan bahwa konten akademi ini dikembangkan berdasarkan tantangan riil di lapangan. Nantinya TransTRACK Academy juga diharapkan dapat mencetak talenta bersertifikasi sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
“Trainer kami merupakan praktisi bersertifikasi dengan pengalaman langsung di dunia kerja. Fokusnya adalah penguasaan teknologi operasional secara praktis,” ucapnya.
Baca Juga
Kadin: Logistik Adalah Urat Nadi Ekonomi dan Kunci Pertumbuhan Nasional
Terbuka untuk Pelajar
TransTRACK Academy terbuka untuk siswa SMK, mahasiswa, hingga profesional yang ingin meningkatkan keterampilan teknis. Selain menjadi jalur pelatihan, TransTRACK juga menggunakan akademi ini sebagai sarana rekrutmen, dengan target 30 teknisi baru hingga akhir 2025.
“Ini bukan sekadar pelatihan, tapi investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem talenta logistik berbasis teknologi,” jelas Head of TransTRACK Academy, Budi Santosa.
Budi yang berprofesi sebagai dosen itu juga menjelaskan bahwa perusahaan terus melakukan kolaborasi dengan SMK, universitas, komunitas, hingga instansi pemerintah untuk memperkuat pasokan SDM di sektor ini.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan akademi meliputi pelatihan intensif, seminar, kajian buku, hingga riset dan konsultasi. Ia mengklaim bahwa hal ini siap menjadikan TransTRACK Academy sebagai pusat pengembangan SDM logistik berbasis data.
"Untuk tahap awal (tiga bulan pertama), para peserta akan kami serap sesuai kebutuhan TransTRACK. Namun tidak kemungkinan jika perusahaan lain juga ingin merekrut talenta dari TransTRACK Academy," tutup Budi.
Baca Juga
ALFI CONVEX 2025 Tegaskan Pentingnya Transformasi Logistik yang Efisien Jadi Kunci Indonesia Emas

