TransTRACK Tambah 20 Paten Teknologi di Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - Penyedia solusi berbasis teknologi, TransTRACK menargetkan penambahan 20 paten teknologi baru hingga akhir 2025. Perusahaan juga siap membuka lapangan kerja melalui peluncuran TransTRACK Academy, platform pelatihan non-formal untuk mencetak teknisi dan talenta digital siap pakai.
“Per Juni 2025 kami sudah mengantongi 20 hak kekayaan intelektual (HKI). Target kami tahun ini adalah menambah 20 lagi, sebagai bagian dari roadmap teknologi kami,” ujar Co-Founder dan CTO TransTRACK, Aris Pujud Kurniawan, kepada investortrust.id di Jakarta, Kamis (3/7/2025).
Menurut Pujud, paten-paten yang dimiliki TransTRACK mencakup teknologi berbasis IoT, data analytics, hingga sistem manajemen armada digital yang saat ini digunakan oleh berbagai perusahaan logistik di Indonesia.
Ia menambahkan, proses pengajuan paten berjalan paralel dengan pengembangan SDM. Hal ini bertujuan agar teknologi yang dikembangkan tidak hanya inovatif, tetapi juga bisa dioperasikan dengan baik oleh tenaga kerja terlatih.
Baca Juga
TransTRACK Academy Resmi Meluncur, Pacu Daya Saing Industri Logistik Nasional
Pada kesempatan yang sama, TransTRACK turut meluncurkan TransTRACK Academy sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam penguatan SDM. Program pelatihan ini terbuka bagi lulusan SMK, mahasiswa, hingga profesional, dengan fokus pada dua jalur utama: Fleet Engineering dan Digital Supply Chain.
“Target kami hingga akhir 2025 adalah merekrut 30 teknisi dari lulusan akademi ini, yang langsung kami tempatkan di proyek-proyek operasional TransTRACK di lapangan,” ujar Head of TransTRACK Academy, Budi Santosa.
Pelatihan berlangsung selama dua hingga tiga bulan secara non-formal, dengan pendekatan aplikatif berbasis kebutuhan riil industri. Peserta akan dilatih oleh praktisi berpengalaman dan langsung mendapat kesempatan kerja setelah lulus.
“Ini bukan hanya pelatihan, tapi pipeline rekrutmen. Kami ingin memastikan teknologi yang kami kembangkan juga diimbangi dengan kesiapan SDM yang akan mengoperasikannya,” tambah Budi.
Langkah TransTRACK ini dinilai strategis, di tengah tren digitalisasi industri dan meningkatnya kebutuhan efisiensi logistik nasional. Lewat pengembangan teknologi dan penyiapan tenaga kerja terampil, startup lokal ini ingin mempercepat transformasi sektor logistik berbasis data dan inovasi.
“Teknologi dan SDM harus jalan beriringan. Tanpa operator yang memahami sistem, inovasi hanya akan jadi angka di atas kertas,” tutup Pujud.

