Terus Masuk, Asing Net Buy Saham Rp 0,78 Triliun Kamis, di SBN Rp 2,11 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing terus meningkatkan aliran dananya ke pasar saham domestik. Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia Kamis (4/7/2024), net buy tercatat mencapai Rp 0,78 triliun, naik dari Rp 0,62 triliun kemarin.
Pada awal Juli ini, asing sudah mencatatkan pembelian bersih saham senilai Rp 2,08 triliun. “Sedangkan secara year to date, asing masih mencatatkan net sell saham Rp 5,65 triliun,” papar BEI dalam keterangan di Jakarta pada Kamis (4/7/2024) sore.
Baca Juga
BEI: Penurunan Harga Saham Tak Cerminkan Kinerja Bisnis Emiten
Didorong aliran masuk modal asing, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (4/7/2024) tercatat menguat kembali 24,13 poin atau 0,34%, menjadi 7.220,89. Berdasarkan catatan Investortrust.id, lima saham diburu asing dengan net buy terbesar adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 997,95 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 88,97 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 22,10 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 19,53 miliar, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 17,04 miliar.
Ytd, Jual Bersih SBN
Sementara itu, di pasar Surat Berharga Negara (SBN), data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) masih transaksi pada Senin lalu (1/7/2024). Non-resident melakukan beli neto Rp 2,11 triliun di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan.
Sedangkan secara year to date, asing mencatatkan penjualan bersih Rp 31,84 triliun hingga Senin lalu.
Baca Juga
Lepas 10,23% Saham Inti Bangun (IBST), Perusahaan Sinarmas Ini Raup Dana Jumbo
Dolar Keok, Rupiah Rebound
Sementara itu, kurs rupiah berhasil rebound terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (4/7/2024) sore. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 46 poin ke level Rp 16.341/USD, dibanding pada perdagangan kemarin yang melemah ke Rp 16.387/USD.
Baca Juga
Ia mengatakan lebih lanjut, data tenaga kerja yang lemah itu turut mendorong spekulasi atas lemahnya data nonfarm payroll yang akan dirilis pada Jumat (5/7/2024) waktu setempat. Para investor pun meningkatkan taruhan The Fed yang akan melakukan pemotongan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada September mendatang.
Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 17.42 WIB, indeks dolar AS masih melemah 0,21 poin atau 0,20% ke 105,20.
