Indef Sebut Tiga Syarat Jadikan Indonesia Maju
”Dari negara-negara yang sudah maju, tiga hal itu syaratnya,” ujarnya, di Jakarta, Kamis (4/7/2024).
Baca Juga
BKF Sebut Asumsi Pertumbuhan Ekonomi 5,1%-5,5% untuk Antisipasi Ketidakpastian Global
Ia menjelaskan, salah satu syarat yakni memetakan program pemerintahan, setidaknya harus memiliki multiplier effect secara luas dan berlangsung dalam jangka yang panjang. Upaya yang bisa dilakukan, di antaranya dengan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Di lain sisi, menurut Esther, pemerintah juga perlu mencari alternatif-alternatif lain sumber pendanaan, untuk membiayai program-program besar dengan nilai fantastis. Ini seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan makan siang gratis, dengan anggaran masing-masing sekitar Rp 466 triliun.
"Untuk makan siang gratis, di tahun pertamanya sudah ditetapkan anggaran sebesar Rp 71 triliun. Sehingga, ini membuat mau tidak mau atau suka tidak suka, pemerintah ke depan harus men-generate income lebih untuk memperluas kapasitas fiskal,” katanya.
Baca Juga
Tak Cuma Bea Masuk, Pemerintah Perlu Siapkan Insentif Lain Industri
Dikatakan Esther, upaya tersebut juga dilakukan untuk menekan utang pemerintah, yang hingga saat ini telah mencapai Rp 8.300 triliun. Kemudian, untuk utang jatuh tempo pada 2025-2029 sekitar Rp 3.749 triliun, sementara untuk utang tahun depan yang jatuh tempo sekitar Rp 800 triliun.
“Kalau itu tidak diimbangi dengan kapasitas penerimaan negara yang semakin meningkat, maka saya tidak terbayang. Apakah negara ini akan mengalami stroke yang ketiga, semoga tidak,” ucapnya.
