Asing Berbalik Net Sell Saham Rp 2,18 Triliun Kamis, di SBN Net Buy Rp 0,07 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Dana asing berbalik arah keluar dari pasar saham Indonesia, dengan mencatatkan transaksi net sell Rp 2,18 triliun di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (12/12/2024). Pada Rabu kemarin, asing membukukan net buy Rp 0,5 triliun.
Aksi jual itu membuat asing berbalik mengakumulasi penjualan bersih month to date Rp 0,24 triliun. “Sedangkan secara year to date, asing masih mencatatkan net buy Rp 21,32 triliun,” papar BEI dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Baca Juga
Sedangkan di pasar Surat Berharga Negara (SBN), data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi 9 Desember 2024, dengan non-resident di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan mencatatkan pembelian neto Rp 0,07 triliun. Secara month to date, asing mencatatkan pembelian bersih Rp 1,95 triliun hingga Senin lalu, dan secara year to date mencapai Rp 30,90 triliun hingga Senin lalu.
Dipicu Crossing Saham
Aksi jual bersih saham jumbo Rp 2,18 triliun oleh asing itu seiring penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI sebesar 70,51 poin (0,94%), ke 7.394,24. Besarnya net sell saham hari ini dipicu crossing saham dari pemodal lokal ke investor asing di pasar negosiasi sekitar Rp 1,05 triliun. Selain itu, terjadi net sell di pasar regular mencapai Rp 1,12 triliun.
Net sell terbesar melanda saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) menembus Rp 1,13 triliun. Selain itu, saham big cap PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 623,49 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 228,80 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 142,26 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 94,38 miliar.
Baca Juga
Di sisi lain, lima saham menorehkan pembelian bersih besar. Ini mencakup saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) senilai Rp 73,74 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 34,80 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 28,88 miliar, PT Alamtri Resource Indonesia Tbk (ADRO) Rp 26,70 miliar, dan PT Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) Rp 23,51 miliar.
Koreksi indeks hari ini dipicu aksi ambil untung (profit taking) usai IHSG ditutup melesat dalam empat hari beruntun. Pelemahan juga dipicu koreksi harga empat saham bank besar, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI berkisar 2,4-3,84%.
Sedangkan secara sektoral, saham sektor keuangan turun 1,41%, sektor kesehatan 1,37%, sektor properti 0,75%, sektor infrastruktur 0,60%, dan sektor transportasi 1,71%. Sebaliknya, kenaikan harga melanda saham sektor consumer primer, material dasar, dan energi.
Meski IHSG ditutup anjlok, dua saham berhasil menorehkan penguatan auto reject atas (ARA), seperti PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) melesat 25% menjadi Rp 775. Harga saham PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) juga melesat 24,56% menjadi Rp 284.

