Reksa Dana Saham Paling Ambles Sepekan Terakhir, Ini Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id – Kinerja Reksa Dana dominan melemah dalam sepekan terakhir, periode 4 – 8 September 2023.
Penurunan kinerja reksa dana sejalan dengan pelemahan kinerja pasar saham dan pasar surat utang. Pekan lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak bearish dengan perubahan sebesar -0,76% ke level 6.924,78 poin.
PT Infovesta Utama mencatat, Reksa Dana Saham mengalami terkoreksi cukup dalam sebesar -0,77%. Disusul Reksa Dana Campuran terkoreksi -0,34% dan kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap turun sebesar -0,20%.
‘’Hanya Reksa Dana Pasar Uang yang memberikan rerturn positif sebesar +0,08%,’’ demikian data Infovesta yang dikutip Senin, (11/9/2023).
Baca Juga
5 Reksa Dana Paling Cuan Tahun Ini, Ada yang Cetak ‘Return’ Nyaris 20%
Sejumlah sentimen menjadi penekan kinerja reksa dana, diantaranya rilis data Cadangan Devisa menunjukan penurunan dan rilis survei IKK mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya.
Cadangan devisi tercatat turun menjadi US$ 137,1 miliar pada Agustus (vs Prev: US$ 137,7 miliar). Penurunan tersebut dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan dalam menstabilkan nilai tukar Rupiah sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Disisi lain, kebijakan Bank Indonesia yakni kewajiban eksportir terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) belum mampu mendorong posisi Cadangan Devisa.
Meskipun, Bank Indonesia telah memperluas sektor untuk mewajibkan eksportir melakukan penempatan pada DHE. Tantangan pelemahan permintaan secara global yang masih berlangsung menjadi salah satu alasan terhambatnya pertumbuhan dari sisi ekspor.
Sementara Tingkat keyakinan Konsumen (IKK) tercatat meningkat di level 125,2 poin pada Agustus (vs Prev: 123,5 poin). Hal ini, menunjukan IKK mengalami peningkatan level optimis yang mencerminkan tingkat consumer spending masyarakat masih tetap tumbuh.
Baca Juga
Musim Kampanye dan Pemilu kedepan menjadi pendorong pertumbuhan IKK yang akan tetap di level optimisnya. Sentimen dari global, rilis data PMI Servis dan Komposit China terbaru mengalami penurunan level ekspansinya masing-masing sebesar 51,8 poin (vs Prev: 54,1 poin) dan 51,7 poin (vs Prev: 51,9 poin). Perlambatan permintaan baru baik dari sisi domestik dan global, serta lemahnya daya tarik harga menghambat laju ekspansi PMI China.
Sedangkan dari global, rilis data PMI Servis dan Komposit China terjadi perlambatan, begitupula dengan kinerja ekspor-impornya. Sedangkan dari AS, rilis data PMI jasa ISM menunjukkan peningkatan level ekspansi.
Lebih Selektif
Untuk pekan ini, Infovesta mengimbau investor dapat lebih selektif lagi dalam memilih saham. Sedangkan pada pasar obligasi, Pefindo mengumumkan akan banyak obligasi jatuh tempo pada September.
Investor diharapkan tetap dapat memperhatikan fundamental emiten dan research lebih mendalam. Serta dapat memperhatikan rating obligasi yang diterbitkan terutama dalam keperluan refinancing
