Pertumbuhan Berlanjut, Simak Target Harga Baru Saham Elnusa (ELSA) Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Elnusa Tbk (ELSA) berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih sebanyak 33% menjadi Rp 503 miliar sepanjang tahun 2023, seiring dengan kenaikan margin kotor dari 7,5% menjadi 8%. Kenaikan tersebut didukung peningkatan kontribusi pendapatan dari sektof transportasi dengan margin lebih tinggi.
Keberhasilan perseroan membukukan pertumbuhan laba tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas memeprtahankan rekomendasi beli ELSA dengan target harga Rp 450 untuk tiga bulan ke depan. Sedangkan target harga 12 bulan ke depan berada di level Rp 540.
Baca Juga
Siapkan Capex Rp 526 Miliar di 2024, Manajemen Elnusa (ELSA) Ungkap Penggunaannya
“Kami mempertahankan rekomendasi beli saham ELSA mempertimbangkan lompatan laba bersih dan potensi dividen yang besar. Dividend yield perseroan diperkirakan mencapai 9% dengan asumsi rasio dividen sebesar 50%,” ujar Analis Sinarmas Sekuritas Inav Haria Chandra dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Target harga Rp 540 tersebut juga mengimplikasikan perkriaan PE tahun ini sekitar 6,7 kali. Target tersebut juga mempertimbangkan peluang peningkatan kinerja keuangan perseroan lebih lanjut ke depan. Pertumbuhan diharapkan berasal dari seluruh segmen bisnis.
Sinarmas Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih ELSA menjadi Rp 591 miliar tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 503 miliar. Pendapatan perseroan juga diharapkan bertumbuh dari Rp 12,56 triliun menjadi Rp 13,80 triliun.
Baca Juga
Tahun lalu, Elnusa (ELSA) membukukan lompatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 33,08% menjadi Rp 503,13 miliar pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 393,05 miliar.
Rilis laporan kinerja keuangan tahun 2023 menyebutkan bahwa pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan dari Rp 12,30 triliun menjadi Rp 12,56 triliun. Sedangkan beban pokok pendapatan hanya relative stabil atau hanya naik tipis dari Rp 11,394 triliun menjadi Rp 11,393 triliun.
Terkait tahun ini, Direktur Pengembangan Usaha Elnusa Arief Prasetyo Handoyo mengatakan, Elnusa mengangarkan belanja modal (capex) senilai Rp 526 miliar sepanjang tahun ini. Mayoritas anggaran tersebut atau setara dengan 53% akan dialokasikan untuk investasi jasa hulu.
Baca Juga
Pacu Eksplorasi Migas, Elnusa (ELSA) Gandeng Perusahaan Tiongkok
Sisanya sebanyak 31% dialokasikan untuk jasa distribusi dan logistik energi, sekitar 9% untuk penunjang hulu migas, dan sisanya untuk pengembangan bisnis. Adapun serapan capex tahun lalu mencapai Rp 495 miliar dari total anggaran Rp 500 miliar. Dengan capex tersebut, perseroan optimistis cetak pertumbuhan kinerja keuangan tahun ini.
“Melalui belanja modal ini, Elnusa berkomitmen untuk siap berinvestasi dalam pengembangan bisnis yang berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan perusahaan ke depan,” tulisnya.
Anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina ini sepanjang tahun lalu telah berinvestasi secara selektif untuk mendukung optimalisasi produksi juga keberlangsungan bisnis. Di antaranya pembelian kapal tongkang AWB Offshore, pembelian mobil tangki serta pengembangan pada jasa penunjang migas dan non project.
