Prospek dan Target Saham Elnusa (ELSA) Direvisi Naik, Berikut Faktor Penopang
JAKARTA, investortrust.id – Prospek keuangan dan saham PT Elnusa Tbk (ELSA) direvisi naik, seiring dengan lompatan kinerja keuangan dan operasional sepanjang semester I-2024. Seluruh segmen bisnis, upstream dan downstream, menunjukkan kinerja memuaskan yang diprediksi berlanjut sampai akhir tahun.
Hal ini mendorong Sinarmas Sekuritas merevisi naik target laba bersih perseroan tahun ini dari semula Rp 647 miliar menjadi Rp 667 miliar. Revisi naik tersebut berbanding terbalik dengan perkiraan pendapatan yang justru dipangkas dari semula Rp 13,31 triliun menjadi Rp 12,56 triliun. Begitu juga dengan target harga saham ELSA direvisi naik menjadi Rp 630.
Baca Juga
Laba Elnusa (ELSA) Melesat 77% Jadi Rp 443 Miliar, Kinerja Saham Cuan 34%
“Realisasi laba bersih perseroan pada kuartal II-2024 cukup mengejutkan dengan torehan Rp 260 miliar atau melesat 42% dari kuartal sebelumnya. Lompatan tersebut menjadikan laba semester I-2024 menjadi Rp 443 miliar. Faktor utama penyumbang adalah segmen bisnis upstream atau hulu migas,” tulis analis Sinarmas Sekuritas Inav Haria Chandra dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, beberapa hari lalu.
Estimasi Kinerja Keuangan ELSA
Peningkatan sumbangan dari bisnis upstream perseroan datang dari dirampungkannya tiga proyek seismic, yaitu Bone, Seram, dan Amalia, dalam tiga bulan atau lebih cepat dari target. Keberhasilan tersebut berkontribusi sebesar Rp 1,4 triliun terhadap pendapatan kuartal II-2024. Lompatan laba juga datang dari keuntungan bunga senilai Rp 69 miliar dari kasus deposito di Bank Mega.
Lalu, bagaimana dengan bisnis downstream perseroan? Sinarmas Sekuritas menyebutkan pertumbuhan kinerja segmen ini tetap kuat dengan kenaikan laba bersih sebanyak 22% menjadi Rp 94 miliar pada kuartal II-2024. Di antaranya, volume transportasi yang tetap kuat dengan pertumbuhan.
Baca Juga
Elnusa (ELSA) Sukses Instalasi Perangkat Teknologi Portable Well Test PGEO di Karaha
Inav melanjutkan, segmen bisnid downstream perseroan diperkirakan bertumbuh lebih pesat pada paruh kedua tahun ini. Hal ini sejalan dengan ekspektasi manajemen volume trading bahan bakar minyak (BBM) diharapkan melsat menjadi 92 ribu kilo liter pada paruh kedua tahun ini, dibandingkan realisasi paruh pertama mencapai 53 ribu kilo liter.
Melihat perkembangan seluruh bisnis upstream dan downstream yang kuat, dia mengatkaan, manajemen optimistis bahwa perseoran bisa merealisasikan laba bersih tembus Rp 1 triliun dalam 1-2 ahun mendatang. Angka tersebut bisa direalisasikan, apabila Elnusa (ELSA) bisa mempertahankan margin keuntugnan bersih berkisar 7,4-8%.
Grafik Saham ELSA

