PJJ untuk Mahasiswa Semester 5 ke Atas Dimulai Pekan Ini, Kecuali Praktikum
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk mahasiswa dari semester lima ke atas dimulai pada pekan ini. Hal itu disampaikan Brian seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026).
"Mulai minggu ini," kata Brian.
Baca Juga
Apresiasi Peluncuran Uji Terap PJJ, Legislator: Bisa Diakses Anak Pekerja Migran Indonesia
Brian menjelaskan tujuan PJJ untuk mahasiswa semester lima ke atas. Dikatakan, kebijakan ini untuk menciptakan budaya kerja yang lebih efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi mulai dari kampus.
"Jadi, kita meminta kampus-kampus untuk melihat, yang pertama adalah tentu kita kan membuat budaya kerja yang lebih efisien ya. Penggunaan digital begitu kan ya, sehingga untuk pendaftaran, untuk aplikasi, untuk ngecek transkrip dan lain sebagainya," paparnya.
Brian mengatakan, mobilitas mahasiswa juga bisa lebih sederhana saat pembelajaran jarak jauh. Dengan demikian, diharapkan dalam mengerjakan tugas bisa diselesaikan dengan baik melalui digital.
"Sehingga jauh lebih efisien. Kita juga meminta tugas-tugas begitu itu sebisa mungkin digital, sehingga misalnya tugas akhir yang dulu harus cetak lima, itu bisa dikurangi," katanya.
Dikatakan, kebijakan PJJ ini tidak berlaku bagi mahasiswa tingkat satu dan dua agar dapat tercipta atmosfer akademik. Selain itu, kebijakan PJJ juga tidak berlaku bagi mata kuliah yang memerlukan praktikum.
"Itu pun bukan mata kuliah-mata kuliah yang perlu praktikum, perlu studio, dan sebagainya. Jadi mata kuliah yang sifatnya wawasan, retapi tetap kita menyerahkan kepada setiap perguruan tinggi. Perguruan tinggi, prodi-prodi akan melihat mana yang bisa dimungkinkan untuk dilakukan secara online.nTetapi sekali lagi, tidak mengurangi capaian pembelajaran, tidak mengurangi kualitas, dan sebagainya," katanya.
Pemerintah juga sedang mengkaji terkait dosen bisa bekerja dari rumah dengan adanya skema pembelajaran jarak jauh. Nantinya, Kemendiktisaintek akan mengeluarkan pedomannya.
"Kemudian yang lainnya juga adalah pengaturan mata kuliah. Kita juga mempedomani arahan bahwa bagaimana satu hari tendik (tenaga kependidikan), dosen, itu tidak ke kampus gitu ya, bekerja dari rumah," katanya.
Baca Juga
Pemerintah Putuskan Tak Ada Pembelajaran Jarak Jauh, Sekolah Berjalan Biasa
Nantinya, kata Brian, pedoman pembelajaran jarak jauh itu akan diberikan ke seluruh kampus. Dengan demikian, dosen dapat mempelajarinya dan menerapkan sesuai dengan kondisi kampus masing-masing.
"Kita ingin mengatur, kita tentu berikan kepada kampus-kampus bagaimana dosen-dosen itu ketika bekerja tidak tersebar di lima hari, tetapi barangkali kan bisa empat hari, satu hari bisa bekerja dari rumah. Itu dengan mengatur perkuliahan sehingga lebih terkonsentrasi," katanya.

