Tinjau Gereja Terdampak Gempa di Minahasa, Kepala BNPB Pastikan Ibadah Paskah Berjalan Aman
MINAHASA, investortrust.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto hadir melihat langsung kondisi Gereja Katolik Paroki Bunda Hati Kudus, Rumengkor, Kabupaten Minahasa, pada Jumat (3/4/2026). Gereka itu merupakan titik ketiga yang dikunjungi Suharyanto dalam rangkaian kegiatan peninjauan lokasi demi memastikan penanganan dampak gempa berkekuatan M 7,6 yang terjadi Kamis (3/4/2026) kemarin berjalan optimal. Kehadiran Suharyanto di Gereja Katolik Paroki Bunda Hati Kudus Minahasa ini juga untuk memberikan rasa aman bagi jemaat yang akan beribadah Pekan Suci, hingga Hari Paskah pada Minggu (5/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Suharyanto mengapresiasi kesigapan warga dan pihak gereja yang telah melakukan pembersihan mandiri. Ia menekankan masyarakat tidak perlu panik berlebihan, meski telah terjadi lebih dari 400 gempa susulan.
"Tadi dari BMKG sudah memberikan informasi kepada Bapak Pastor bahwa per siang ini sudah lebih 400 kali gempa susulan. Namun, BMKG menyatakan tidak ada lagi gempa yang skalanya lebih besar dari gempa utama yang 7,6 magnitudo tadi. Masyarakat silakan melaksanakan ibadah dengan tenang," kata Suharyanto dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta.
Baca Juga
Mengingat momen ini bertepatan dengan rangkaian Pekan Suci, Suharyanto memastikan kerusakan minor pada bagian atas gereja akan segera ditangani. Terkait skema perbaikan, BNPB kini tengah menunggu koordinasi teknis mengenai penetapan status kedaruratan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa sebagai dasar administrasi penyaluran bantuan pusat.
"Jika Kabupaten Minahasa menetapkan status kedaruratan, maka perbaikan gereja ini dan beberapa rumah warga yang terdampak informasinya tidak sampai 10 rumah di Kecamatan Tombolo ini akan ditangani oleh pemerintah pusat melalui BNPB," jelasnya.
Suharyanto menegaskan pemerintah tidak memberikan batasan kaku soal anggaran untuk pemulihan pascabencana. Prioritas utama adalah mengembalikan fungsi aset masyarakat dan fasilitas publik secepat mungkin melalui sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Sinergisitas antara pemerintah pusat dan daerah ini menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan aset masyarakat maupun fasilitas publik.
"Setiap terjadi bencana, anggaran yang dibutuhkan akan didukung oleh pemerintah pusat. Kita tidak dibatasi, tergantung pada keadaan bencananya. Intinya kita bekerja sama untuk segera memperbaiki dan membantu masyarakat yang terdampak," tegasnya.
Baca Juga
Suharyanto berharap fase transisi menuju pemulihan di Sulawesi Utara dapat berjalan cepat. Dengan demikian, aktivitas sosial dan ibadah masyarakat kembali normal sepenuhnya. Suharyanto juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus waspada dan berdoa agar frekuensi bencana di Indonesia semakin berkurang di masa mendatang.

