Ada 233 Gempa Susulan Pascagempa Bitung, Terbesar M 5,8
JAKARTA, investortrust.id - Sebanyak 233 gempa susulan setelah gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,6 di Kota Bitung, Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026). Gempa susulan yang terbesar berkekuatan M 5,8.
"BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mencatat 233 gempa susulan dengan magnitudo terbesar M 5,8," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).
Baca Juga
Abdul Muhari mengatakan, gempa susulan dirasakan warga Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa di Sulawesi Utara. Sementara di Maluku Utara (Malut), gempa dirasakan warga Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan.
Dalam kesempatan ini, Abdul Muhari membeberkan dampak dan kerusakan akibat gempa Bitung. Dipaparkan, gempa mengakibatkan satu orang meninggal dunia di Kota Manado dan satu korban luka ringan di Kabupaten Minahasa. Sementara di Maluku Utara, tercatat 134 kepala keluarga terdampak di Kota Ternate, tujuha KK di Halmahera Tengah, lima KK di Halmahera Barat, dan dua KK di Halmahera Selatan.
"Selain itu, sebanyak 355 jiwa mengungsi di Kota Tidore Kepulauan," katanya.
Kaji cepat sementara mencatat, di Provinsi Sulawesi Utara terdapat satu unit hotel, lima kantor, dan satu fasilitas umum, yakni gedung KONI terdampak di Kota Manado. Di Kabupaten Minahasa, tercatat 17 rumah, satu kantor pemerintahan, dua fasilitas ibadah, dan satu akses jalan terdampak.
Baca Juga
Kemenkomdigi: Jaringan Internet Sulut Sudah Pulih 100% Pascagempa
Lebih lanjut, di Provinsi Maluku Utara dilaporkan di Kota Ternate terdapat 32 rumah rusak berat, 36 rusak sedang, 66 rusak ringan, serta enam fasilitas ibadah terdampak. Di Kota Tidore Kepulauan terdapat 25 rumah rusak ringan, lima fasilitas ibadah, dan satu fasilitas umum terdampak. Di Kabupaten Halmahera Selatan terdapat dua rumah rusak sedang dan satu fasilitas pendidikan serta satu jembatan terdampak.
"Di Kabupaten Halmahera Tengah terdapat dua rumah rusak berat dan lima rumah rusak sedang. Sementara di Kabupaten Halmahera Barat terdapat lima rumah rusak ringan. BPBD setempat melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian," paparnya.

