Survei: Mayoritas Masyarakat Indonesia Menolak Serangan AS-Israel ke Iran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Tiga lembaga survei publik, Indikator Politik, Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menggelar survei mengenai persepsi masyarakat terhadap perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Survei ini digelar dengan melibatkan 1.066 sampel pada 12-31 Maret 2026.
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyampaikan terdapat lima rentang jawaban yang digunakan untuk menangkap persepsi publik. Masyarakat Indonesia cenderung tidak setuju dengan serangan AS-Israel terhadap Iran tersebut.
“83% itu menyatakan tidak setuju Israel dan AS menyerang Iran,” kata Burhanuddin, saat paparan Survei Opini Publik Nasional, yang digelar di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Dari paparan, sebanyak 60,1% masyarakat tidak setuju dan 23% sangat tidak setuju. Dari jumlah tersebut 7,4% masyarakat menyampaikan netral dan 4,5% masyarakat tidak tahu dan tidak menjawab.
“Nah dukungan pada level sikap terhadap serangan Israel dan AS hanya 4,9%. Jadi sangat sedikit. Ini kelompok super minority,” ujar dia.
Survei ini juga memunculkan pertanyaan mengenai sikap langsung masyarakat terhadap perang tersebut. Untuk pertanyaan pertama, sebanyak 13,7% masyarakat menyatakan sangat ingin meyakinkan orang lain bahwa AS-Israel berada dalam pihak yang benar. Sementara itu, 68,8% masyarakat tak membenarkan serangan AS-Israel terhadap Iran.
“Sebagian besar itu (masyarakat) ingin meyakinkan orang lain bahwa serangan AS dan Israel dibenarkan dengan alasan apapun,” kata dia.
Baca Juga
Trump: AS Segera Mundur dari Iran, Beban Hormuz Dilemparkan ke Sekutu
Pertanyaan kedua terkait perilaku masyarakat yaitu, apakah masyarakat ingin menjadi relawan untuk AS-Israel. Dari data, sebanyak 14% masyarakat ingin menjadi relawan. Angka ini lebih kecil jika dibandingkan dengan masyarakat yang tidak ingin menjadi relawan yang sebesar 74,4% masyarakat.
“Mayoritas menyatakan tidak ingin atau sangat tidak ingin,” ujar dia.
Burhanuddin mengatakan hasil dari survei ini menunjukkan secara sederhana bahwa masyarakat menyebut serangan AS-Israel terhadap Iran tersebut tidak sah.
Survei ini juga ingin memotret bagaimana persepsi masyarakat terhadap serangan AS-Israel ke Iran secara moral. Pertanyaan yang dimunculkan yaitu apakah perang memang harus terjadi karena Iran memiliki ancaman nyata berupa nuklir.
“Karena Iran dianggap yang punya senjata nuklir itu yang setuju juga minoritas, kurang lebih sekitar 22% [masyarakat]” ucap dia.
Mayoritas masyarakat Indonesia, kata Burhanuddin, juga tak sepakat bahwa serangan AS-Israel didasari oleh alasan bahwa Iran membunuh ribuan rakyatnya sendiri. Sebanyak 66,4% masyarakat tak sepakat dengan alasan tersebut.
“Yang meyakini (alasan) itu juga kurang lebih hanya 11,4% (masyarakat). Jadi sangat minim,” ujar dia.

