Selat Hormuz Memanas, Menhan Tegaskan TNI Perketat Pengamanan Sumber Daya Alam
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat dan menjadi perhatian global. Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan kesiagaan militer Indonesia juga diarahkan untuk memperketat pengamanan sumber daya alam nasional.
Menurut Sjafrie, kesiapan operasional Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak hanya terkait dinamika geopolitik internasional. TNI juga ditugaskan melindungi kekayaan alam Indonesia dari aktivitas ilegal.
“Yang paling penting buat kita menjaga kekayaan alam kita yang saat ini suka dipakai ilegal untuk keluar sehingga kita itu under-invoicing-nya itu rugi,” ujar Sjafrie di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Ia mengatakan pemerintah kini memperkuat pengamanan terhadap sumber daya alam. Langkah ini dilakukan untuk menekan praktik penyelundupan dan eksploitasi ilegal.
“Nah ini yang sekarang dikejar bahwa TNI sekarang digunakan untuk pengamanan sumber daya alam,” kata Sjafrie.
Baca Juga
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Pastikan Kapal Induk Garibaldi Tiba di Indonesia Oktober 2026
Menurutnya, kesiapan operasional TNI juga mencakup pengawasan aktivitas pertambangan ilegal. Penguatan pengamanan dilakukan agar kekayaan alam tidak keluar secara ilegal ke luar negeri.
“Jadi kesiapan operasional yang dikerjakan oleh TNI itu juga menyangkut soal pengamanan sumber daya alam yang suka dipakai untuk illegal mining ke luar negeri,” ujarnya.
Ketegangan di Selat Hormuz mencuat setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan jalur pelayaran itu tetap terbuka bagi kapal non-musuh Iran. Pernyataan tersebut muncul di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Diketahui, Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia. Sekitar 20% pasokan minyak mentah dunia melewati selat sempit di kawasan Timur Tengah tersebut.
Baca Juga
Soal Status Siaga 1 TNI, Menhan Sjafrie: Itu Bahasa Prajurit!

