Jasa Marga Ubah Nomor Call Center Jadi 133, Mudahkan Pemudik Saat Darurat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menjelang arus mudik Lebaran, pemudik yang melintasi jalan tol diminta mencatat nomor call center terbaru dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) yang kini berubah menjadi 133.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono menyatakan, transformasi nomor layanan tersebut dilakukan untuk mempermudah pengguna jalan tol yang membutuhkan informasi maupun bantuan selama perjalanan.
“Kode akses layanan 133 atau call center dengan nomor 133 akan mempermudah pengguna jalan yang mengalami kondisi darurat untuk segera menghubungi layanan bantuan. Selain itu, nomor ini lebih mudah diingat karena angkanya yang unik,” kata Rivan dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, penggunaan nomor tiga digit diharapkan membuat layanan menjadi lebih responsif serta memudahkan pengguna jalan dalam mengakses informasi, melaporkan kejadian darurat, hingga meminta bantuan petugas di lapangan.
Melalui layanan tersebut, pengguna jalan tol dapat memperoleh berbagai informasi seperti kondisi lalu lintas, pelaporan gangguan perjalanan, permintaan bantuan petugas, hingga penyampaian pengaduan dan masukan terkait layanan jalan tol.
Sebelumnya, layanan call center Jasa Marga menggunakan nomor 14080 yang menjadi kanal utama informasi dan pengaduan bagi pengguna jalan tol di berbagai ruas yang dikelola perusahaan.
Baca Juga
Ini Tarif Tol Jasa Marga Saat Diskon 30% Lebaran, ke Jateng Hanya Rp 300 Ribuan
Berdasarkan data operasional 2025, rata-rata panggilan yang diterima call center mencapai 441 interaksi per hari dan meningkat menjadi 546 panggilan per hari pada akhir pekan.
Pada periode Lebaran 2025, rata-rata panggilan meningkat menjadi 838 panggilan per hari dari ruas tol yang dikelola Jasa Marga dan 232 panggilan dari ruas non-Jasa Marga atau sekitar 27% dari total panggilan.
Rivan menjelaskan, pemilihan nomor 133 juga mempertimbangkan kemudahan penggunaan pada perangkat telepon maupun smartphone.
“Nomor 133 dipilih karena lebih mudah ditekan pada keypad telepon maupun smartphone. Angka 1 dan 3 berada di bagian atas keypad sehingga dapat mengurangi potensi kesalahan pengetikan, terutama dalam kondisi darurat,” pungkasnya.

