Ini Tarif Tol Jasa Marga Saat Diskon 30% Lebaran, ke Jateng Hanya Rp 300 Ribuan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Jasa Marga (Persero) Tbk atau JSMR akan memberlakukan diskon tarif tol sebesar 30% selama empat hari pada periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026/1447 Hijriah di sembilan ruas tol yang dikelola Jasa Marga Group.
Potongan tarif tersebut berlaku selama dua hari pada periode arus mudik, yakni 15–16 Maret 2026 (H-6 hingga H-5 Lebaran) serta dua hari pada periode arus balik pada 26–27 Maret 2026 (H+5 hingga H+6 Lebaran).
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono menyatakan, program diskon tarif tersebut berlaku bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus.
Baca Juga
Mudik Lebaran 2026, Jasa Marga (JSMR) Buka 4 Ruas Tol Fungsional
“Kebijakan ini merupakan bentuk komitmen perseroan dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan sekaligus wujud kepedulian terhadap masyarakat yang sejalan dengan penerapan prinsip ESG (environment, social, governance). Pemberian diskon tarif tol pada periode Lebaran 2026 diharapkan dapat mendorong pengguna jalan untuk melakukan perjalanan lebih awal sehingga distribusi lalu lintas dapat lebih terjaga dan merata,” kata Rivan dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).
Potongan tarif berlaku pada sejumlah ruas tol strategis di jaringan Trans Jawa, yakni Jalan Tol Jakarta–Cikampek, Jalan Layang MBZ, Jalan Tol Palimanan–Kanci, Jalan Tol Batang–Semarang, dan Jalan Tol Semarang Seksi ABC.
Selain itu, potongan tarif juga berlaku pada ruas tol di Trans Sumatra, yaitu Jalan Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa dan Jalan Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi. Sementara di wilayah Bandung–Cisumdawu, diskon tarif berlaku di Jalan Tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang dan Jalan Tol Padalarang–Cileunyi.
Berdasarkan proyeksi Jasa Marga, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi pada 24 Maret 2026. Ihwal itu, pemberian diskon tarif tol diharapkan dapat mendorong pengguna jalan mengatur waktu perjalanan di luar periode puncak lalu lintas.
Menurut Rivan, hasil survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menunjukkan sekitar 48% responden bersedia mengubah waktu perjalanan apabila terdapat kebijakan work from anywhere (WFA) serta tambahan stimulus berupa diskon tarif tol.
“Dengan adanya perubahan pola perjalanan tersebut, Jasa Marga dapat mengoptimalkan kapasitas jalan tol sehingga distribusi lalu lintas menjadi lebih merata dan layanan kepada pengguna jalan dapat terjaga sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM) jalan tol,” ujarnya.
Untuk perjalanan di Trans Jawa, potongan tarif 30% berlaku bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus dari Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Gerbang Tol Kalikangkung dan sebaliknya. Tarif untuk kendaraan Golongan I pada arus mudik turun dari Rp 446.500 menjadi Rp 312.550, sedangkan pada arus balik dari Rp 467.500 menjadi Rp 327.250.
Sementara di Trans Sumatra, potongan tarif berlaku untuk perjalanan dari Gerbang Tol Pangkalan Brandan menuju gerbang Tol Sinaksak atau Simpang Panei serta menuju gerbang Tol Kisaran. Tarif golongan I untuk rute Pangkalan Brandan–Sinaksak turun dari Rp 221.000 menjadi Rp 187.600, sedangkan rute Pangkalan Brandan–Kisaran dari Rp 263.500 menjadi Rp 224.200.
Baca Juga
Terapkan Diskon Tarif Tol 30% di Lebaran 2026, Jasa Marga (JSMR) Ungkap Tak Tekan Laba
Adapun di wilayah Bandung–Cisumdawu, potongan tarif berlaku bagi perjalanan dari gerbang Tol Kalihurip Utama menuju gerbang Tol Cisumdawu Utama dan sebaliknya. Tarif golongan I pada arus mudik turun dari Rp 134.000 menjadi Rp 93.800.
Rivan mengingatkan pengguna jalan yang ingin memperoleh potongan tarif 30% wajib menggunakan satu kartu uang elektronik yang sama untuk proses tap in dan tap out serta memastikan saldo mencukupi.
“Data asal perjalanan dan golongan kendaraan harus terbaca dengan baik di sistem transaksi tol. Potongan tarif tidak berlaku apabila transaksi dengan saldo uang elektronik tidak mencukupi atau tidak terbaca asal dan golongan kendaraan,” pungkasnya.

