Di Indonesia Economic Outlook, Prabowo Singgung Pengusaha Besar Kerap Minta Restrukturisasi Kredit
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyinggung pengusaha besar yang kerap meminta restrukturisasi kredit kepada pemerintah. Hal itu diungkapkan Prabowo dalam pidatonya pada Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
"Saya ini sudah lama jadi orang Indonesia dan saya pernah jadi pengusaha juga, saya pun pernah minta restruktrusisasi dengan kata lain lebih sederhana minta belas kasihan perpanjangan," kata Prabowo.
Baca Juga
Prabowo Targetkan Bangun 5.000 Desa Nelayan dalam 4 Tahun, Dilengkapi Berbagai Fasilitas
Prabowo mulanya menjelaskan mengenai program desa nelayan. Kepala Negara menargetkan membangun 5.000 desa nelayan dalam empat tahun. Tiap desa nelayan akan dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari pabrik es, cold storage, dermaga, hingga kapal baru.
Tak hanya itu, Prabowo juga akan mempermudah regulasi dan akses agar pada nelayan dapat mengekspor hasil lautnya. Berbagai fasilitas itu menjadi investasi yang akan dikembalikan para nelayan dengan tenor yang fleksibel hingga 12 tahun.
"Para pengusaha-pengusaha besar juga kadang-kadang minta kredit juga belasan tahun. Itu pun, itu pun sering minta restrukturisasi," katanya.
Sebagai seorang berlatar pengusaha, Prabowo mengaku pernah meminta restrukturisasi.
"Saya ini sudah lama jadi orang Indonesia dan saya pernah jadi pengusaha juga ya. Saya pun pernah minta restrukturisasi. Alias dengan kata lain lebih sederhana, minta belas kasihan perpanjangan untuk kembali," katanya.
Menurutnya, restrukturisasi seharusnya tidak hanya dapat dinikmati oleh para pengusaha, tetapi juga para nelayan. Apalagi, para nelayan selama ini tidak pernah mendapat perhatian pemerintah.
Baca Juga
Prabowo Terima Laporan Gubernur-Bupati, Kemiskinan dan Pengangguran Turun
"Masa nelayan-nelayan kita enggak kita berdayakan? Belum pernah mereka dapat kesempatan ini. Banyak yang menangis di pulau-pulau terpencil. Sekarang kita hadir, kita memberi harapan ke depan," katanya.

