Cetak Rekor, Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo Capai 79,9%, Lampaui SBY dan Jokowi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Prabowo Subianto menunjukkan angka yang sangat signifikan, bahkan memecahkan rekor, mencapai 79,9%. Angka itu melampaui capaian awal masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu terungkap dalam survesi persepsi publik bertajuk "Temuan Survei Nasional: Persepsi Publik terhadap Kinerja Presiden dan Kepercayan Warga terhadap Lembaga-lembaga Negara" yang dirilis Indikator Politik Indonesia secara virtual via Zoom, Minggu (8/2/2026).
Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan, mayoritas publik merasa puas dengan kepemimpinan Presiden Prabowo. Sebanyak 66,9% responden menyatakan cukup puas, sementara 13% lainnya mengaku sangat puas.
“Angka ini merupakan pencapaian yang luar biasa dalam peta politik nasional. Sangat tinggi untuk ukuran approval rating seorang Presiden," kata dia.
Baca Juga
Burhanuddin menilai tingkat kepercayaan ini melampaui capaian awal masa pemerintahan dua presiden pendahulunya, yakni SBY dan Jokowi. Tingginya angka kepuasan ini tidak lepas dari fenomena dukungan ganda yang mengalir kepada Prabowo.
Burhanuddin menganalisis bahwa Presiden Prabowo berhasil mengonsolidasikan basis massa pribadinya dengan basis massa pendukung setia Jokowi, yang menciptakan efek elektoral sangat kuat.
"Selain memiliki basis dukungan sendiri, Prabowo memiliki dukungan elektoral dari Jokowi," ujar dia.
Burhanuddin Muhtadi memberikan catatan khusus bahwa modal politik yang dimiliki Prabowo saat ini jauh lebih besar dibandingkan modal awal yang dimiliki SBY maupun Jokowi saat pertama kali menjabat. "Ini catatan penting yang perlu saya highlight," tutur dia.
Burhanuddin menuturkan, kemenangan telak Prabowo pada Pilpres 2024 dengan perolehan 96 juta suara menjadi fondasi utama. Angka tersebut mencetak sejarah sebagai jumlah suara terbanyak yang pernah diraih pasangan calon presiden dan wakil presiden di Indonesia.
Baca Juga
Survei LSI Denny JA: 74,8% Masyarakat Puas dengan Setahun Pemerintahan Prabowo
Sebagai perbandingan, SBY-Boediono pada puncaknya meraih 70 juta suara, sementara Jokowi di dua edisi pilpres juga belum mampu menyamai angka 96 juta tersebut.
"Ini modal elektoral yang sangat besar, yang menurut saya ditopang oleh koalisi antara basis Pak Prabowo dan Pak Jokowi, yang direpresentasikan oleh anaknya, yang kita tahu menjadi cawapresnya Pak Prabowo," urai Burhan.
Menurut Burhan, kombinasi kekuatan ini membuat approval rating atau tingkat dukungan publik Prabowo cenderung stabil dan unggul di atas para pendahulunya, meski sempat mengalami fluktuasi pada pertengahan tahun lalu. Dukungan dari Presiden ke-7 RI yang terepresentasi melalui kehadiran Gibran Rakabuming Raka dianggap sebagai kunci utama dalam menjaga tingkat kepuasan publik.
"Jadi, kalau kita bandingkan, kecuali setelah kejadian akhir Agustus 2025 sempat drop, di luar itu approval rating Pak Prabowo lebih tinggi dibanding Pak Jokowi atau Pak SBY karena Pak Prabowo mendapatkan dua kekuatan sekaligus. Kekuatan dirinya sendiri sekaligus kekuatan Pak Jokowi," papar dia.
Baca Juga
Survei BI: Konsumen Masih Optimistis dengan Kondisi Ekonomi Saat Ini
Burhanuddin mengungkapkan, populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Survei Nasional yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling.
Dalam survei ini, kata dia, sampel berjumlah 1.220 orang. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error/MoE) sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel berasal dari seluruh provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). “Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti,” tegas Burhan.
Acara rilis survei itu juga menghadirkan Ketua Senat Akademik Universitas Al-Azhar Indonesia Prof Suparji Ahmad, Chief Executive Officer (CEO) Rakyat Merdeka Group Kiki Iswara Darmayana, Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar Retno Pinasti, CEO Investortrust.id Primus Dorimulu, dan Peneliti Utama Indikator Rizka Halida.

