Survei Indikator: 72,8% Masyarakat Puas terhadap Program Makan Bergizi Gratis, Kepuasan Gen Z Capai 80,7%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan pemerintah mendapat rapor positif dari masyarakat. Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia periode Januari 2026 menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap program ini menyentuh angka 72,8%. Dukungan terkuat datang dari kelompok muda atau Gen Z dengan tingkat kepuasan mencapai 80,7%.
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan, mayoritas warga kini sudah mengetahui keberadaan program tersebut. Dari total responden, sebanyak 12,2% menyatakan sangat puas, sementara 60,6% merasa cukup puas. Meski begitu, terdapat sekitar 24,4% atau hampir seperempat masyarakat yang mengaku kurang puas.
"Jika ditanya pribadi, saya termasuk yang tidak puas. Namun, suara saya hanya satu dibanding ribuan responden yang menjadi sampel dalam survei ini," ujar Burhanuddin dalam pemaparan rilis temuan survei nasional secara virtual, Minggu (8/2/2026).
Baca Juga
Prabowo Kaget Menteri Kesehatan AS Ingin Bertemu dan Bertanya soal MBG
Data survei menunjukkan, dukungan terkuat datang dari kelompok muda atau Gen Z dengan tingkat kepuasan mencapai 80,7%. Sebaliknya, Jakarta menjadi wilayah dengan tingkat kepuasan paling rendah di Indonesia.
"Hanya 52% warga Jakarta yang merasa puas. Proporsi warga yang tidak puas terhadap MBG paling banyak ditemukan di sana," kata Burhanuddin.
Baca Juga
Berkorelasi dengan Elektabilitas
Burhanuddin Muhtadi menegaskan, terdapat korelasi yang kuat antara pelaksanaan program MBG dengan elektabilitas Kepala Negara. Warga yang tidak puas terhadap program MBG cenderung memberikan penilaian negatif terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga
“Badan Gizi Nasional (BGN) perlu menjaga performa di lapangan. Jika ketidakpuasan terhadap program ini meningkat, hal tersebut dipastikan akan menggerus citra presiden di mata publik,” tutur dia.
Temuan menarik lainnya adalah pergeseran opini mengenai sasaran penerima manfaat. Jika setahun lalu publik masih terbagi, kini 60% masyarakat menginginkan program MBG diberikan secara universal kepada seluruh anak di Indonesia tanpa memandang latar belakang ekonomi. Angka ini naik signifikan dari posisi Januari 2025 yang hanya 47%.
“Survei nasional ini melibatkan 1.220 responden di seluruh provinsi Indonesia yang telah memiliki hak pilih. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sekitar ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan kendali mutu yang ketat," papar Burhanudin.
Acara rilis survei itu juga menghadirkan Ketua Senat Akademik Universitas Al-Azhar Indonesia Prof Suparji Ahmad, Chief Executive Officer (CEO) Rakyat Merdeka Group Kiki Iswara Darmayana, Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar Retno Pinasti, CEO Investortrust.id Primus Dorimulu, dan Peneliti Utama Indikator Rizka Halida.

