Survei LSI Denny JA: 74,8% Masyarakat Puas dengan Setahun Pemerintahan Prabowo
JAKARTA, investortrust.id - Survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan sebanyak 74,8% responden puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang telah berjalan selama setahun.
Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan survei dilakukan dengan metodologi multi-stage random sampling terhadap 1.200 responden selama 10-19 Oktober 2025. Survei itu pun dilakukan dengan cara wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner, yang memiliki margin of error ±2.9%.
"Tingkat kepuasan yang menjawab cukup puas/sangat puas, sebesar 74,8%. Jadi ini kabar baik, kepuasannya masih di atas 70%," kata Adjie dikutip dari Antara, Jumat (24/10/2025).
Baca Juga
Survei: 81% Publik Puas dan Percaya Pemerintahan Presiden Prabowo
Di sisi lain, Adjie mengatakan, masih ada sebanyak 22,8% responden yang menjawab kurang puas/tidak puas sama sekali atas kepemimpinan Presiden Prabowo selama satu tahun. Namun, Adjie mengatakan hasil survei itu merupakan kabar baik untuk pemerintahan baru karena kepuasan masih relatif tinggi.
Dia menilai bahwa angka-angka hasil survei itu menunjukkan masih ada "bulan madu" terhadap pemerintahan baru, sehingga masih ada sisa-sisa ekspektasi terhadap Prabowo.
"Jadi, masyarakat sebetulnya masih taraf bersabar, masih menunggu kebijakan yang direalisasikan, masih ada kesabaran publik untuk menunggu," kata dia.
Dalam kesempatan ini, Adjie Alfaraby mengatakan pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mendapat rapor biru di lima bidang, yang meliputi bidang sosial budaya, keamanan nasional, hukum nasional, politik nasional, dan hubungan internasional. Sementara, terdapat satu rapor merah, yaitu bidang ekonomi nasional.
"Setahun pemerintahan Prabowo adalah satu momen krusial bagi pemerintahan baru karena di situlah janji kampanye akan diuji," kata Adjie.
Dijelaskan, enam bidang itu disurvei dengan cara meminta pendapat baik/sangat baik atau buruk/sangat buruk kepada responden. Hasilnya, penilaian baik/sangat baik itu akan dikurangi dengan penilaian buruk/sangat buruk hingga menjadi suatu skor.
Dari survei tersebut, bidang sosial budaya mendapatkan skor 61 poin, keamanan nasional 48,5 poin, hukum nasional 8,3 poin, politik nasional 9,4 poin, ekonomi nasional -13,8 poin, dan hubungan internasional mendapatkan 63,5 poin. Dari skor tersebut, menurut dia, hubungan internasional merupakan bidang yang mendapatkan skor paling tinggi, sedangkan ekonomi nasional mendapatkan skor paling rendah bahkan minus.
Baca Juga
Bertemu di Istana Merdeka, Prabowo dan Lula Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia–Brasil
Dia menjelaskan bahwa hubungan internasional mendapatkan skor paling tinggi karena Presiden Prabowo aktif dalam dunia internasional. Khususnya Presiden Prabowo mendapatkan kesan baik atas pidatonya di PBB dan juga turut hadir dalam upaya perdamaian Gaza.
Sedangkan bidang ekonomi nasional yang mendapatkan skor buruk disebabkan lapangan kerja yang bermasalah. Publik pun, kata dia, membandingkan ketersediaan lapangan pekerjaan dengan tahun sebelumnya.
"Penurunan daya beli juga menjadi salah satu masalah yang paling urgen," kata dia.

