Prabowo Kaget Menteri Kesehatan AS Ingin Bertemu dan Bertanya soal MBG
BOGOR, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyatakan salah satu program prioritas pemerintah, makan bergizi gratis menjadi sorotan para ahli dan pakar dunia. Bahkan, Prabowo mengaku kaget saat Menteri Kesehatan Amerika Serikat (AS) Robert F Kennedy Jr ingin menemuinya untuk membahas MBG.
"Saya kaget sendiri. Menteri Kesehatan, you boleh cek. Ini direkam. Secretary of Health dari Amerika Serikat. Saya dapat berita, ingin jumpa dengan saya, ingin bertanya tentang MBG," kata Prabowo saat menyampaikan taklimat pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026).
Baca Juga
Airlangga Buka Suara soal Molornya Kesepakatan Perjanjian Tarif dengan AS
Kepala Negara mengatakan, para pakar dari Gedung Putih AS saat ini sedang mempelajari program MBG. Selain itu, kata Prabowo, rombongan dari Rockefeller Institute juga menemuinya untuk berdiskusi mengenai MBG. Rockefeller Institute menyebut program MBG sebagai investasi terbaik.
"Dia mengatakan, makan bergizi gratis itu adalah investasi yang terbaik yang bisa dilakukan oleh suatu negara. Satu dolar atau satu rupiah yang kita keluarkan untuk makan bergizi, akan menimbulkan lipat ganda minimal lima kali. Dan dalam jangka panjang akan menjadi 35 kali investasinya," katanya.
Prabowo mengatakan, program MBG saat ini telah menjangkau 60 juta penerima manfaat. Dengan 22.275 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang beroperasi saat ini, terdapat 3,7 miliar porsi MBG yang telah diterima para penerima manfaat.
Tak hanya meningkatkan gizi para penerima manfaat, Prabowo mengatakan, program MBG juga memiliki dampak berlipat terhadap ekonomi. Dikatakan, dengan 60 juta penerima manfaat, program MBG telah membuka 1 juta lapangan kerja.
"Dengan 22.000 (SPPG) saja, sekarang kita sudah menciptakan lapangan kerja 1 juta. 22.000 x 50 orang. Yang digaji tiap hari. Sudah kita ciptakan lapangan kerja 1 juta," katanya.
Baca Juga
Prabowo Beberkan 18 Proyek Hilirisasi Senilai Rp 618 Triliun, Bakal Ciptakan 276.000 Lapangan Kerja
Apalagi, kata Prabowo, SPPG atau dapur MBG membutuhkan pemasok bahan baku mulai dari sayuran, telur, ikan, ayam, daging, dan lainnya. Setiap dapur MBG membutuhkan sekitar 10 hingga 20 pemasok. Prabowo optimistis, MBG akan menciptakan 3 juta hingga 5 juta lapangan kerja jika telah menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada akhir 2026 mendatang.
"Di ujungnya, kalau kita sampai 82 juta (penerima manfaat), kita akan menciptakan 3-5 juta lapangan kerja. Kita semua paham, rakyat kita butuh pekerjaan, tetapi kalau kita teriak, teriak, teriak, kita mencela, menghardik, menghardik tidak akan tercipta. Saya buktikan kepada saudara, Prabowo Subianto sebagai presiden Republik Indonesia, saya telah menghasilkan sekarang 1 juta lapangan kerja. Hanya dari MBG," katanya.

