Survei Indikator: 77% Masyarakat Dukung Program Makan Bergizi Gratis Prabowo
JAKARTA, investortrust.id - Sebanyak 86% masyarakat mengetahui program makan gizi gratis (MBG) yang menjadi andalan dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming. Hal itu diketahui berdasarkan survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia.
Direktur Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam survei yang dilakukan pihaknya didapatkan hanya 13,5% masyarakat yang tidak mengetahui program makan bergizi gratis tersebut.
"Tingkat awareness-nya tinggi sekali, 86,5% orang tahu program ini, dan jangan lupa ini program yang jadi primadonya Pak Prabowo kan dalam kampanye kemarin," kata Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers hasil survei, Minggu (27/10/2024).
Baca Juga
Survei Indikator Politik: 85,3% Masyarakat Yakin Prabowo Mampu Pimpin Indonesia Lebih Baik
Masyarakat yang menyetujui program tersebut juga mendominasi survei ini, yakni sebesar 65,6%, dan yang sangat menyetujui adalah 12%. Sedangkan, masyarakat yang tidak setuju sebanyak 17,7%, tidak setuju sama sekali 3,6%, serta 1,1 tidak menjawab.
"Memang tinggi sekali dari yang setuju program ini dari yang tahu, 77,6%," ungkap Burhanuddin.
Dikarenakan program makan bergizi gratis ini banyak diketahui dan disetujui oleh masyarakat, Burhanuddin menyarankan pemerintahan Prabowo dapat mengeksekusi program tersebut dengan baik, apalagi di awal masa kepemimpinannya.
"Menurut saya kalau program MBG kurang meyakinkan, publik itu akan cepat dampak secara elektroral dalam menurunkan keyakinan publik terhadap Pak Prabowo. Karena tingginya awareness publik terhadap program ini, dan kedua terlalu kuatnya asosiasi program ini dengan Pak Prabowo," paparnya.
Baca Juga
Mensesneg Sebut Makan Bergizi Gratis Mulai Berjalan Januari 2025
Survei ini dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 10-15 Oktober 2024 atau menjelang pelantikan Prabowo dan Gibran sebagai presiden dan wakil presiden. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 1.200 orang dan memiliki toleransi kesalahan plus minus 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

