Wamenkomdigi Sebut Jaringan Telekomunikasi Aceh Pulih 99%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyampaikan bahwa pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak bencana di Aceh terus menunjukkan perkembangan positif hingga 99%. Pemerintah memprioritaskan pemulihan infrastruktur digital agar layanan publik dan aktivitas masyarakat kembali berjalan optimal.
Nezar menegaskan pemulihan jaringan dilakukan seiring dengan membaiknya pasokan listrik di sejumlah wilayah terdampak. Langkah ini menjadi bagian dari tugas Kementerian Komunikasi dan Digital dalam memastikan konektivitas tetap terjaga pascabencana.
“Dalam masa pemulihan, sesuai dengan tugas dan fungsi yang diberikan kepada Komdigi untuk memulihkan jaringan telekomunikasi di Aceh, saat ini kami telah memulihkan jaringan di seluruh daerah terdampak bencana di Aceh. Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan (uptime) jaringan telekomunikasi di Aceh saat ini mencapai sekitar 99%,” ujar Nezar Patria di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Pemerintah juga terus melakukan pemantauan secara intensif, terutama di wilayah yang mengalami dampak bencana cukup berat. Peningkatan kualitas layanan jaringan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi teknis di lapangan.
Baca Juga
Menurut Nezar, jaringan telekomunikasi di Aceh menunjukkan tren perbaikan yang konsisten dan berangsur kembali normal. Perbaikan ini turut didukung oleh pemulihan pasokan listrik di berbagai daerah.
“Khusus di daerah terdampak berat seperti Aceh Tamiang, kami terus melakukan pemantauan. Saat ini tingkat ketersediaan jaringannya berada di angka 92%, sementara di Aceh Tengah sekitar 96%,” jelasnya.
Ia menambahkan wilayah lain di Aceh juga mencatat tingkat ketersediaan jaringan di atas 90%. Secara keseluruhan, kondisi jaringan dinilai telah mendekati normal dan terus ditingkatkan.
Meski demikian, Nezar mengakui masih terdapat sejumlah kecil infrastruktur telekomunikasi yang mengalami kerusakan teknis akibat banjir. Kerusakan tersebut bersifat terbatas dan menjadi bagian dari penanganan lanjutan pemerintah.
“Pada umumnya jaringan sudah kembali menyala, kecuali beberapa BTS di sejumlah titik yang mengalami kerusakan teknis akibat hantaman banjir. Hal tersebut akan kami atasi, jumlahnya tidak banyak, sekitar tiga titik,” ungkap Nezar.
Dalam proses pemulihan tersebut, peran relawan dinilai penting dalam memberikan gambaran kondisi lapangan. Pemerintah memanfaatkan laporan relawan sebagai bahan evaluasi untuk memastikan pemulihan jaringan berjalan tepat sasaran.
Baca Juga
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Lingkungan di Aceh, Sumut, dan Sumbar

