98,9% Desa di Aceh Kembali Dialiri Listrik
Poin Penting
|
BANDA ACEH, Investortrust.id – PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan kelistrikan di Provinsi Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah. Hingga pertengahan Januari 2026, sebanyak 6.432 desa atau sekitar 98,9% desa di Aceh telah kembali menikmati aliran listrik, sebuah capaian penting untuk memulihkan aktivitas masyarakat dan roda perekonomian daerah.
Pencapaian ini imbas pulihnya sistem kelistrikan utama Aceh pada pertengahan Desember 2025. Setelah sistem besar kembali normal, perusahaan memfokuskan upaya penormalan jaringan distribusi hingga ke wilayah desa, termasuk daerah-daerah terdampak bencana dengan tingkat kerusakan infrastruktur tinggi.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan percepatan pemulihan dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dengan mengedepankan kecepatan, ketepatan, dan keselamatan masyarakat. Ia menegaskan pemulihan listrik menjadi prioritas karena berpengaruh langsung terhadap layanan dasar dan aktivitas warga.
“Sejak sistem kelistrikan besar Aceh pulih, kami langsung memfokuskan upaya pada penormalan jaringan distribusi hingga ke desa-desa. Alhamdulillah, hingga saat ini hampir seluruh desa di Aceh telah kembali menyala,” ujar Darmawan Prasodjo dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Meski sebagian besar wilayah telah pulih, PLN mencatat masih terdapat 68 desa atau sekitar 1,04% yang belum teraliri listrik. Desa-desa tersebut tersebar di delapan kabupaten, yakni Aceh Utara, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Perusahaan memastikan proses pemulihan di wilayah tersebut terus berjalan hingga seluruh desa kembali menikmati pasokan listrik secara normal.
“Desa-desa yang masih padam berada di wilayah dengan tantangan geografis paling berat. Akses jalan di sejumlah lokasi terputus, rusak parah, atau bahkan hilang akibat banjir dan longsor, sehingga proses pemulihan membutuhkan waktu serta upaya ekstra. Namun, kami tidak menunggu. Kami terus bergerilya dan menyambung kembali listrik hingga titik terdalam Aceh,” tegas Darmawan.
Baca Juga
PLN Pastikan SPKLU Siap Layani Pemudik Nataru 2025-2026, Sudah Uji Perjalanan Lampung-Surabaya
Sambil menunggu pemulihan jaringan distribusi permanen, pasokan listrik untuk 68 desa tersebut tetap dijaga melalui dukungan program 1.000 genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kehadiran genset darurat ini menjadi solusi sementara agar aktivitas masyarakat tetap berjalan meski jaringan listrik belum sepenuhnya pulih akibat kendala akses.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Aceh Eddi Saputra menjelaskan tantangan terbesar saat ini berasal dari kerusakan infrastruktur jalan darat menuju wilayah-wilayah terisolasi. Ia mencatat terdapat 171 titik longsor yang menutup akses serta 14 jembatan rusak, sehingga mobilisasi alat berat dan material kelistrikan mengalami hambatan serius.
“Komitmen kami adalah pemulihan jaringan permanen secepat mungkin. Namun, keselamatan petugas dan kemampuan akses alat berat sangat bergantung pada kondisi infrastruktur jalan. Kami terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan pemda terkait upaya pembukaan akses di lapangan. Sambil berjalan, kami memastikan warga di 68 desa tersebut tetap teraliri listrik melalui backup genset yang telah kami siagakan bersama Kementerian ESDM,” ujar General Manager PLN Unit Induk Distribusi Aceh Eddi Saputra.
Eddi menambahkan konsentrasi tim PLN saat ini berada di wilayah-wilayah yang masih terisolasi. Di Kabupaten Aceh Tengah terdapat 36 desa yang sedang diupayakan pemulihan jaringan permanennya, disusul Bener Meriah sebanyak 13 desa, serta sejumlah desa di Gayo Lues dan Aceh Tamiang. Petugas lapangan disiagakan di titik terdekat dengan lokasi longsor agar dapat segera masuk begitu akses memungkinkan.
Dari sisi pemerintah daerah, dukungan terhadap proses pemulihan terus diberikan. Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mengapresiasi kerja keras petugas PLN yang tetap berupaya menembus wilayah terdampak longsor demi memulihkan pasokan listrik bagi masyarakat.
Baca Juga
“Kami sangat terbantu dengan adanya backup 1.000 genset Kementerian ESDM, sehingga desa-desa kami tetap terang sementara perbaikan jaringan permanen terus diupayakan,” ungkap Bupati Aceh Tengah Haili Yoga.
Sebelumnya, pada pertengahan Desember 2025, sistem kelistrikan utama Aceh telah berhasil dipulihkan, ditandai beroperasinya kembali seluruh gardu induk yang didukung pembangkit dan jaringan transmisi secara normal. Pemulihan sistem utama tersebut menjadi fondasi penting bagi percepatan penyaluran listrik hingga ke pelosok desa di Aceh.

