Bibit Siklon Tropis Terbentuk, BMKG Ungkap Hujan Ekstrem Intai Jakarta hingga NTT
JAKARTA, investortrust.id -- Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat peningkatan intensitas hujan yang signifikan, terutama di wilayah Sumatera Selatan, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT dan Sulawesi Selatan, yang menunjukkan curah hujan hingga mencapai kategori ekstrem. Kejadian cuaca ekstrem tersebut diakibatkan oleh kombinasi beberapa faktor, terutama faktor regional yaitu keberadaan sirkulasi siklonik, dan penguatan monsun dingin Asia.
"Sirkulasi siklonik sebelumnya terpantau berada di selatan Nusa Tenggara Barat dan telah berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S. Keberadaan sistem ini membentuk serta memperkuat daerah konvergensi dalam skala luas di wilayah selatan Indonesia, meliputi Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara," kata Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani dalam keterangannya dikutip Jumat (23/1/2026).
Baca Juga
Pemprov Jakarta Imbau ASN dan Pekerja WFH Imbas Cuaca Ekstrem
Meski Bibit Siklon Tropis 96S saat ini telah melemah dan dinyatakan punah, dinamika atmosfer kembali menunjukkan adanya pembentukan Bibit Siklon Tropis 97S di wilayah Laut Timor. Sistem baru ini kembali meningkatkan pola konvergensi dan mendukung peningkatan potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
"Selain pengaruh sistem siklonik tersebut, kondisi atmosfer juga dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia yang membawa suplai massa udara lembap dari Laut Cina Selatan, bergerak melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa yang disertai dengan penguatan angin baratan di sekitar wilayah selatan Indonesia. Aliran massa udara lembap ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah terdampak," jelasnya.
BMKG mencatat, hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem terjadi di wilayah DKI Jakarta (213,4 mm/hari), Sulawesi Selatan (101,2 mm/hari), Jawa Barat (86,7 mm/hari), Kota Tangerang (85,4 mm/hari), Lampung (83,0 mm/hari), DI Yogyakarta (78,4 mm/hari), Jawa Timur (67,5 mm/hari), dan NTB (66,5 mm/hari).
Berdasarkan prospek cuaca 23-26 Januari 2026 mendatang, BMKG menyebut cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat.
"Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Sumatra Selatan, Bengkulu, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan," ungkapnya.
Baca Juga
Hujan Deras Guyur Jakarta Kamis Pagi, Sebanyak 8 Ruas Jalan Tergenang
BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu serta potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah, dan aktivitas wisata.

