BGN Targetkan 82,9 Juta Penerima Manfaat MBG Tercapai di Pertengahan 2026
JAKARTA, Investortrust.id -- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memproyeksikan total penerima manfaat makan bergizi gratis (MBG) pada pertengahan tahun ini mencapai 82,9 juta jiwa. Hal tersebut diungkapkan Dadan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Dadan mengatakan, 82,9 juta penerima manfaat itu akan dilayani oleh 28.000 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Puluhan ribu SPPG itu akan menyiapkan 21 miliar porsi MBG sepanjang 2026.
"Target SPBG tahun 2026 itu kita perkirakan itu akan ada 28.000 SPPG di aglomerasi, dan 8.617 di daerah terpencil dengan total prediksi penerima manfaat 82,9 juta yang kita bisa kejar dan diproyeksikan di pertengahan tahun akan tercapai. Dengan total porsi makan yang kami proyeksikan di tahun 2026 mencapai 21 miliar (porsi)," kata Dadan.
Baca Juga
Siap Perkuat MBG hingga Hilirisasi Nasional, Ketua Kadin Anindya: Peluang Dunia Usaha
Selain mengejar kuantitas, Dadan menekankan, 2026 akan menjadi tahun penguatan kualitas layanan melalui sistem akreditasi. Diharapkan makin banyak SPPG atau dapur MBG yang meningkatkan kualitas agar memperoleh akreditasi.
"Ini sekaligus menyampaikan bahwa di tahun 2026 kualitas adalah tujuan utama Badan Gizi Nasional," ujarnya.
Sementara itu, memasuki 2026, BGN mencatat akselerasi operasional yang masif. Per 19 Januari 2026, jumlah SPPG telah mencapai 21.102 unit yang menjangkau 58,3 juta penerima manfaat. Dadan mengklaim BGN sebagai salah satu lembaga dengan realisasi anggaran tercepat.
"Dengan dana operasional harian, hari ini itu sudah mencapai Rp 855 miliar. Dan realisasi anggaran sampai hari ini itu sudah mendekati Rp 18 triliun. Jadi Rp 17,398 triliun itu per 16 Januari, per pagi ini sudah mendekati Rp 18 triliun," ucapnya.
Baca Juga
Wapres Gibran Cek Pelaksanaan MBG di SMA Negeri 1 Wamena, Pastikan Gizi Anak Papua Terpenuhi
Dadan juga menegaskan pembangunan infrastruktur 21.102 SPPG yang ada saat ini 100 persen dibiayai oleh mitra, tanpa menggunakan uang negara.

