Megawati Pantau Pemulihan Bencana di Sumatra Lewat Panggilan Video
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memantau kondisi terkini pascabencana di Sumatra secara langsung melalui panggilan video Zoom pada Minggu (11/1/2026). Momen tersebut terjadi di hari kedua pelaksanaan Rakernas I PDIP yang digelar di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta.
Mulanya Ketua DPP PDIP bidang kesehatan dan anak Sri Rahayu melaporkan kepada Megawati bahwa kapal yang membawa bantuan kesehatan telah bersandar di Lhokseumawe, Aceh. Kapal yang diberi nama Laksamana Malahayati tersebut melaksanakan bakti sosial untuk masyarakat di Lhokseumawe.
Rahayu mengungkapkan, sebanyak 800 orang lebih telah melakukan pemeriksaan dan pengobatan, baik orang tua maupun anak-anak. Masyarakat yang berobat juga diberikan bingkisan dalam rangka HUT ke-53 PDIP.
"Sekaligus juga kita membuka dapur umum, sehingga ini masih antre untuk dapur umum karena belum semuanya mendapatkan makan siang yang dimasak oleh teman-teman yang ada di dapur umum. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar," kata Rahayu melalui sambungan panggilan video, Minggu.
Megawati kemudian berbincang melalui sambungan panggilan video dengan Kapten Kapal Malahayati Hermanto Sinaga. Putri Presiden Pertama Soekarno itu menanyakan kecukupan kebutuhan bantuan yang dibawa.
"Kebutuhan-kebutuhan untuk di dalam perjalanan masih cukup?" tanya Megawati.
Hermanto menyebut stok kebutuhan bantuan masih sangat cukup. Pihaknya menyatakan siap jika memang masih dibutuhkan membantu pemulihan pascabencana di Aceh.
Baca Juga
"Kalau memang masih dibutuhkan di sini, kita siap untuk dari kru kapal, bu," jawab Hermanto.
Megawati juga menanyakan kondisi kesehatan balita di lokasi terdampak bencana kepada tim dokter Kapal Malahayati. Megawati meminta agar keperluan balita seperti susu hingga popok bayi dapat segera terpenuhi.
"Di dalam rangka mengatasi bencana ini, yang paling dibutuhkan adalah kecepatan waktu," ungkapnya.
Megawati meminta agar berbagai kebutuhan yang belum tersedia segera dicatat dan disampaikan kepada dirinya. Ia juga menginstruksikan kadernya untuk berkoordinasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kalau kira-kira sudah makin berkurang, jangan terlalu tinggal sedikitnya. Jadi tolong kepada kami diberikan masukan untuk apa saja lagi yang akan diberikan kepada mereka," tuturnya.

