Kader Muda PDIP Kritik Wacana Pilkada Lewat DPRD
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah kader muda PDI Perjuangan (PDIP) mengkritik wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD. Para kader muda menilai, alasan menekan politik uang atau money politics tidak seharusnya dijadikan pembenaran terkait wacana kepala daerah dipilih DPRD.
Politikus muda PDIP Muhammad Syaeful Mujab menyatakan persoalan politik uang adalah tantangan yang harus diselesaikan tanpa harus merampas hak pilih masyarakat.
"PDI Perjuangan yakin persoalan politik uang itu tidak harus dengan mengamputasi hak rakyat untuk memilih," kata Mujab dalam konferensi pers Rakernas I PDIP, di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Baca Juga
Kader PDIP Ungkap Alasan Partainya Mantap Ambil Peran Penyeimbang di Pemerintahan
Mujab menuturkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebelumnya telah memberikan sinyal kuat terkait posisi partai dalam pidato pembukaan rakernas. Megawati bahkan dalam pidatonya menyoroti kondisi demokrasi Indonesia saat ini seperti senam poco-poco yang bergerak maju dan mundur.
"Bagi PDI Perjuangan, demokrasi itu harus maju ke depan, bukan dibuat maju-mundur," ungkapnya.
Mantan Ketua BEM UI itu menilai, momentum pengkajian ulang sistem pilkada ini akan menjadi pembuktian demokrasi Indonesia dapat berkembang atau justru mengalami kemunduran.
Baca Juga
PDIP Gelar Rakernas, Bahas Pilkada Lewat DPRD hingga Geopolitik
Hal senada disampaikan kader Muda PDIP lainnya Aryo Seno Bagaskoro. Aryo menegaskan pemilu pada prinsipnya merupakan kedaulatan rakyat. Seno juga menekankan pentingnya kedekatan emosional bonding antara pemimpin dan rakyat yang hanya bisa tercipta melalui pemilihan langsung.
"Rakyat ini lima tahun sudah berbagai kesempatannya untuk hidup layak itu banyak kesulitan, masa haknya untuk menyuarakan saja dia mau memilih siapa, dia mau bonding dengan pemilih pemimpinnya siapa, dia mau memilih kira-kira bertemu langsung siapa yang kira-kira layak memimpin dia lima tahun siapa, masa haknya seperti itu saja mau diambil?" ungkapnya.
Seno menambahkan, bagi PDIP, pemilu bukan sekadar urusan memenangkan kursi, melainkan bagaimana cara memimpin dan mengelola pemerintahan dengan amanah.

