Bagikan

Terpapar Konten True Crime Community, 70 Anak di 19 Provinsi Rencanakan Aksi Serangan di Sekolah

JAKARTA, Investortrust.id - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkapkan terkait fenomena paparan konten kekerasan di kalangan remaja. Sebanyak 70 anak yang tersebar di 19 provinsi di Indonesia teridentifikasi menjadi anggota grup media sosial True Crime Community (TCC).

TCC merupakan sebuah komunitas daring yang menyebarkan konten kekerasan ekstrem dan aksi sadistik.

"Sebaran wilayah yang teridentifikasi sebagai member grup True Crime Community ada 70 anak di 19 provinsi ya. Provinsi yang terbanyak yaitu DKI Jakarta ada 15 orang, kemudian Jawa Barat 12 orang, dan Jawa Timur 11 orang, setelah itu menyebar di beberapa daerah," kata Juru Bicara Densus Antiteror 88 Kombes Mayndra Eka Wardana dalam konferensi pers terkait penanganan penyebaran paham kekerasan melalui daring di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga

Wamenkomdigi Sebut Perempuan dan Anak Rentan Jadi Korban Kekerasan Digital

Mayndra Eka Wardana menjelaskan puluhan anak tersebut berusia 11 hingga 18 tahun, dengan mayoritas duduk di bangku transisi SMP ke SMA (usia 15 tahun). Ia menuturkan komunitas tersebut tumbuh secara sporadis seiring perkembangan media digital.

"Terhadap 70 anak ini kurang lebih 67 orang sudah dilakukan asesmen, mapping, konseling, dan sebagainya dengan berbagai stakeholders yang ada di masing-masing wilayah," ujarnya.

Mayndra membeberkan para anggota grup ini kerap mengonsumsi konten berupa video pendek, animasi, hingga musik bertema ekstremisme. Bahkan, Densus 88 Antiteror menemukan adanya koneksi internasional dengan kelompok radikal di luar negeri.

Densus 88 juga menemukan fakta komunitas ini menjadi inspirasi bagi sejumlah rencana aksi kekerasan di sekolah-sekolah di Indonesia. Dari hasil intervensi, petugas menemukan adanya niat dari beberapa anak untuk melakukan aksi ekstrem di lingkungan pendidikan.

"Kami menemukan bahwa anak-anak ini di dalam wilayah yang berbeda berencana untuk melakukan bunuh diri setelah meledakkan beberapa kelas ya di sini disebutkan kelas 7, kelas 8, kelas 9, lalu membantai guru, menyabotase CCTV. Sasaran aksinya adalah teman sekolah dan guru," ungkapnya.

Baca Juga

Imbas Ledakan SMAN 72 Jakarta, Prabowo Bakal Batasi Game Online

Dalam penggeledahan di beberapa lokasi, pihak berwenang mengamankan berbagai barang bukti yang mengkhawatirkan, mulai dari replika senjata api, busur panah, pisau, atribut neo-Nazi/white supremacy, hingga komponen elektronik untuk merakit bahan peledak. Bahkan, ditemukan video tutorial pembuatan bom pipa dalam bahasa Inggris yang dibuat oleh salah satu anak di Jawa Tengah.

Berdasarkan asesmen terhadap 67 anak, Mayndra menyebut ada beberapa faktor pemicu anak-anak bergabung dengan TCC. Faktor utama meliputi riwayat menjadi korban perundungan (bullying), kondisi keluarga yang tidak harmonis (broken home), kurangnya perhatian orang tua, hingga penggunaan gawai yang berlebihan (device abuse).

"Mereka merasa memiliki rumah kedua di komunitas ini karena aspirasi mereka didengarkan oleh rekan-rekannya, namun solusinya diarahkan pada kekerasan," tuturnya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024