Prabowo Tak Masalah Ada Kelompok Nyinyir: Kita Kerja dengan Bukti
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mengaku tidak masalah masih adanya kelompok yang kerap nyinyir dengan pemerintahannya. Kepala Negara memastikan pemerintahan yang dipimpinnya bekerja dengan bukti, bukan janji.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026) malam.
“Kita memiliki masa depan yang bagus walaupun ada kelompok nyinyir, iya kan? Enggak apa-apa, enggak apa-apa. Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja,” ucap Prabowo.
Baca Juga
Prabowo mencontohkan salah satu janjinya saat kampanye Pilpres 2024, yakni Indonesia mencapai swasembada pangan dalam waktu empat tahun. Untuk itu, saat dilantik sebagai presiden, Prabowo memerintahkan para menterinya, terutama yang berkaitan dengan pangan untuk mencapai target swasembada pangan.
“Saya tidak berubah, waktu saya kampanye terakhir swasembada pangan yang pertama. Dan begitu saya jadi presiden, itu fokus saya. Dan saya beri, saya beri target kepada tim saya: Kita harus swasembada beras empat tahun. Itu target saya, empat tahun,” ujar dia.
Prabowo dengan bangga menyampaikan target swasembada pangan yang dijanjikannya saat masa kampanye telah terwujud. Indonesia, katanya, tidak mengimpor beras pada 2025. Dengan demikian, target Indonesia dapat swasembada pangan dalam empat tahun dapat terwujud hanya dalam satu tahun.
“Saudara-saudara, di Perayaan Natal ini saya dengan bangga hari ini saya bisa menyampaikan begitu lewat 31 Desember 2025, bangsa Indonesia sekarang sudah swasembada beras. Tahun 2025 kita tidak impor beras sama sekali. Target empat tahun kita bisa capai dalam waktu satu tahun," katanya.
Baca Juga
Lapor ke Prabowo, Ara Sebut Perayaan Natal Nasional 2025 Dihadiri 3.000 Tamu Kehormatan
Bahkan, Prabowo menyatakan, Indonesia saat ini mampu membantu negara lain. Tanpa Indonesia mengimpor beras, harga beras dunia turun.
"Dan kita bantu tidak hanya bangsa Indonesia, kita membantu dunia. Kenapa? Dengan kita tidak impor beras, harga beras dunia turun, turun ratusan dolar turunnya. Jadi banyak negara berterima kasih sama kita,” katanya.

