Mentan Amran Pastikan Musim Tanam di 3 Provinsi Terdampak Bencana Tetap Berjalan, Stok Pangan 2026 Aman
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan persiapan musim tanam di tiga provinsi yang terdampak bencana Sumatera yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tetap berjalan dan tidak mengalami gangguan signifikan meskipun terdapat kerusakan lahan akibat banjir.
Ia mengatakan, hingga saat ini tim dari Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) masih bersiaga di lapangan dan belum ditarik dari wilayah terdampak.
“Tim stand-by di sana, belum tinggalkan sampai hari ini. Kami minta yang pertama adalah membantu saudara kita, karena ada bantuan dari pemerintah,” ujar Amran, usai Rapat Koordinasi Terbatas, di Jakarta, Senin (29/12/2025).
Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Pertanian bersama Bapanas telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana dengan nilai total mencapai Rp 1,2 triliun, terdiri dari bantuan reguler dan non-reguler.
Baca Juga
Anggaran Tersedia, Kemenkeu Serahkan Proses Cetak Sawah Terdampak Bencana ke Kementan
Selain itu, terdapat bantuan kepedulian dari mitra dan pegawai Kementerian Pertanian dan Bapanas sebesar Rp 75 miliar yang juga disalurkan langsung kepada masyarakat yang terkena dampak bencana.
Terkait dampak terhadap lahan pertanian, Amran menyebut, hasil pendataan sementara menunjukkan sekitar 11.000 hektar sawah di tiga provinsi tersebut mengalami kerusakan total dan akan dibangun kembali oleh pemerintah.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut diak akan menyebabkan kemunduran musim tanam secara keseluruhan.
“Saya kira tidak. Karena sekarang kan tidak semuanya rusak. Ini 11.000 yang harus dibangun kembali. Kan ada 80.000 semua. Tapi ada yang puso (gagal panen akibat banjir atau kekeringan), kena banjir tapi sawahnya masih ada. Kalau 11.000 dibagi 7 juta hektar itu sangat kecil,” kata Amran.
Baca Juga
Starbucks Teken MoU dengan Kementan Dukung Program Satu Juta Bibit Kopi
Lebih lanjut, ia juga memastikan ketersediaan stok pangan nasional dalam kondisi sangat aman hingga tahun 2026. Berdasarkan hasil rapat terakhir, stok pangan nasional tercatat mencapai 3,39 juta ton.
“Ini stok kita per detik ini tadi rapat 3,39 juta. Ini tertinggi selama merdeka. Inilah stok tertinggi di akhir tahun selama merdeka. Ini sangat aman,” ucap Amran.

