Starbucks Teken MoU dengan Kementan Dukung Program Satu Juta Bibit Kopi
Poin Penting
| ● | Starbucks–Kementan teken MoU dorong produktivitas dan keberlanjutan kopi Indonesia. |
| ● | Satu juta bibit unggul dan 200 agronomis disiapkan untuk tingkatkan hasil dan pengetahuan petani. |
| ● | Program TEKAD berjalan 2026–2027, termasuk percontohan pengendalian hama ramah lingkungan. |
JAKARTA, investortrust.id — PT Sari Coffee Indonesia sebagai pemilik brand Starbucks Coffee Company, meneken penandatanganan kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) dengan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan. Penandatanganan MoU ini menandai komitmen bersama untuk mendorong produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Menurut General Manager Starbucks Farmer Support Center, Masyitah Daud, pihaknya bakal mendukung empat program utama pengembangan industri kopi di Indonesia. Mulai dari penyebaran satu juta benih kopi unggul hingga percontohan pengendalian hama.
Masyitah menuturkan, MoU tersebut kemudian akan berfokus pada pelaksanaan program TEKAD, yakni Tani, Ekspor, Kopi, Ajar, Dana). Ia melanjutkan, seluruh program akan dijalankan pada 2026 hingga 2027 di beberapa provinsi, termasuk Aceh, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sumatra Utara, dan Sulawesi Selatan.
“Program-program ini untuk meningkatkan produktivitas dan kemajuan pengetahuan para petani kopi di Indonesia. Kami juga mendukung peluang ekonomi petani dan mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan,” kata dia pada acara penandatanganan MoU di kompleks kantor Kementan, Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Sebagai langkah pertama, Starbucks akan mendistribusikan satu juta bibit kopi berkualitas tinggi sebagai bagian dari program peremajaan tanaman atau replanting. Bibit tersebut memiliki ketahanan terhadap penyakit, kekeringan, serta perubahan cuaca yang tidak menentu. Starbucks meyakini, bibit tersebut dapat meningkatkan hasil panen para petani.
"Bibit ini dapat digunakan untuk menggantikan pohon kopi baru maupun pohon tua yang produksinya sudah rendah, sehingga menjamin keberlanjutan pertanian jangka panjang,” ungkapnya.
Masyitah mengungkap, nantinya terdapat enam total varietas bibit kopi yang akan disebarkan. Keenam varietas tersebut antara lain Komasti, Sigararutang, Gayo 1, Gayo 2, Gayo 3, dan Andungsari. Adapun pemilihan varietas akan menyesuaikan karakter tiap daerah.
“Kita melihat misalnya daerah di Sulawesi sering menghadapi kekeringan lebih panjang. Maka varietasnya harus disesuaikan,” tutur Masyitah.
Kemudian program kedua akan dilanjutkan dengan pelatihan terhadap 200 agronomis Indonesia. Diharapkan agar 200 agronomis yang akan dilatih itu, akan dapat membantu 15.000 petani per tahun untuk mengadopsi teknik agronomi terbaru daru Starbucks.
Baca Juga
Terungkap! 40 Ribu Gerai Starbucks Dunia Pakai Kopi asal Indonesia
“Para agronomis ini dapat membagikan ilmunya kepada petani lain sehingga dampaknya terus berkelanjutan dan menopang industri kopi Indonesia,” jelas Masyitah.
Dua program berikutnya, lanjut Masyitah, adalah penyebaran 20 set mesin penggilingan kopi hemat air di berbagai wilayah produksi, serta percontohan pengendalian hama ramah lingkungan.
Untuk pengendalian hama, Starbucks memilih 500 kebun di Aceh sebagai lokasi percontohan. Mereka akan memperkenalkan Beauveria bassiana, agen hayati alami yang efektif melawan penggerek buah kopi, salah satu hama paling merusak bagi produksi.
Namun demikian, Starbucks enggan membeberkan total nilai pendanaan yang dialokasikan Starbucks untuk mendukung program tersebut.
“Saya belum bisa menyebutkan detail nominalnya. Fokus kami adalah dampaknya, kepada petani, produktivitas, dan transfer pengetahuan,” jawab dia kepada awak media.
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Abdul Roni Angkat, pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting dalam pengembangan komoditas kopi nasional.
“Pemerintah mengambil langkah strategis untuk memberdayakan petani kopi kecil, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi kopi global. Kami bangga dapat bermitra dengan Starbucks yang konsisten mendukung petani Indonesia,” kata Abdul Roni.

