Bertekad Selamatkan Kekayaan Negara, Prabowo: Mati untuk Rakyat, Kehormatan bagi Saya
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekadnya untuk menyelamatkan kekayaan negara. Bahkan, Prabowo tak ragu mempertaruhkan nyawanya demi kepentingan rakyat.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat penyerahan hasil kerja Satgas PKH di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Rabu (24/12/2025). Jaksa Agung yang juga Wakil Ketua Pengarah Satgas PKH menyerahkan 896.969,143 hektare lahan dari 4,08 juta lahan yang telah dikuasai kembali kepada negara. Selain itu, Satgas PKH juga menyetorkan Rp 6,6 triliun hasil dari penagihan denda 20 perusahaan sawit dan satu perusahaan tambang serta penyelamatan kerugian negara dari perkara korupsi CPO dan importasi gula.
Baca Juga
Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan Tanpa Pandang Bulu, Prabowo: Jangan Mau Dilobi
Prabowo Subianto menegaskan penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara senilai lebih dari Rp 6,6 triliun merupakan titik awal komitmen kuat pemerintah dalam menyelamatkan keuangan negara. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberantas praktik korupsi serta perampokan kekayaan negara dari penyimpangan pengelolaan hutan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Saya kira ini bisa dikatakan baru ujung dari kerugian bangsa dan negara kita, baru ujung, penyimpangan seperti ini sudah berjalan belasan tahun bahkan puluhan tahun,” kata Prabowo.
Sejak menerima mandat rakyat, Prabowo telah bertekad melawan korupsi dan penyimpangan tanpa pandang bulu. Bahkan, Prabowo tak khawatir jika mati untuk membela rakyat Indonesia.
"Saya dipilih, saya dilantik oleh rakyat Indonesia. Saya akan mati untuk rakyat Indonesia. Bagi saya mati untuk rakyat, kehormatan bagi saya," tegasnya.
Prabowo menyatakan, seperti halnya gajah yang mati meninggalkan gading dan harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Untuk itu, Prabowo mengaku ikhlas jika mati saat membela kepentingan rakyat.
"Lebih baik kita nanti, dipanggil Tuhan membela kebenaran, membela rakyat, menyelamatkan masa depan bangsa kita, kita mulia, kita terhormat, kita menghadap Yang Maha Kuasa dengan ikhlas," katanya.
Tekad untuk menyelamatkan kekayaan negara tersebut diwujudkan Prabowo dengan membentuk Satgas PKH berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025. Prabowo memerintahkan Satgas PKH lanjutkan kerjanya menegakkan hukum dan menyelamatkan hutan Indonesia tanpa ragu dan pandang bulu.
“Jangan ragu-ragu, tidak pandang bulu, jangan mau dilobi sini, dilobi sana, tegakkan peraturan, selamatkan kekayaan negara, itu tugas saya. Dan saudara-saudara telah melakukan dengan baik, dengan tertib, dengan sesuai ketentuan, sesuai hukum,” katanya.
Baca Juga
Prabowo Apresiasi Satgas PKH: Pendekar dan Patriot Penjaga Masa Depan Bangsa
Prabowo menyampaikan bahwa nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan saat ini belum sebanding dengan potensi kerugian yang sesungguhnya.
"Yang saya katakan baru ujungnya. Sesungguhnya kalau kita pelajari kerugian kita sangat-sangat besar. Kalau tidak salah, kalau kita teliti dengan baik, mungkin dendanya ratusan triliun harus dibayar,” katanya.

