Lelang Frekuensi 5G Berpotensi Mundur, Menkomdigi Ungkap Penyebabnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Lelang frekuensi 5G yang sebelumnya ditargetkan rampung tahun ini diperkirakan akan sedikit molor. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid menjelaskan proses konsultasi publik yang lebih mendalam menjadi faktor utama mundurnya jadwal lelang frekuensi 5G tersebut.
“Kita mudah-mudahan dalam waktu dekat. Untuk 5G juga kita akan coba lepas. Miss-miss sedikit tahun depan ya? Karena itu menjadi prioritas kami satu tahun di awal,” ujarnya dikutip dalam acara MyRepublic Rocket Week 2025 secara virtual, Jumat (21/11/2025).
Baca Juga
Kemenkomdigi Targetkan Lelang Frekuensi 2,6 GHz untuk Jaringan 5G di Akhir 2025
Namun demikian, Menkomdigi menegaskan pelepasan spektrum tetap menjadi agenda prioritas pemerintah. Ia memastikan setiap proses regulasi dilakukan secara hati-hati, terutama karena kebijakan spektrum menyangkut kepentingan industri dan masyarakat dalam jangka panjang.
Meutya menyinggung prinsip inklusivitas yang menjadi landasan pelepasan pita 1,4 GHz yang baru dilakukan beberapa waktu lalu. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan internet murah, terutama di segmen rumah tangga menengah ke bawah yang belum terhubung karena kendala harga. Menurut Meutya, ada potensi pasar besar yang belum tergarap di layanan fixed broadband.
“Artinya ini bisa masuk kalau teman-teman provider bisa menawarkan di angka yang murah atau internet murah untuk masyarakat. Karena harga internet saat ini mahal, rumah-rumah ini tidak terhubung,” katanya.
Di sisi lain, Meutya Hafid menegaskan pemerintah berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur digital pada 2026. Dengan industri telekomunikasi yang kini sudah terkonsolidasi, Meutya optimistis pelepasan spektrum baru akan mendorong daya saing digital Indonesia di tingkat global.
Baca Juga
Punya Jaringan 5G Terluas di Indonesia, Telkomsel (TSEL) Bidik Frekuensi Baru?
Diketahui operator seluler seperti Telkomsel, XLSmart, dan Indosat berminat dengan lelang frekuensi 5G di spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. Operator menilai tambahan spektrum akan memperkuat ekspansi layanan 5G, terutama di wilayah dengan permintaan data tinggi.
Industri juga berharap mekanisme lelang berlangsung transparan dan kompetitif agar bisa mendorong efisiensi investasi. Selain itu, kejelasan mengenai biaya lisensi dan durasi izin dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan bisnis operator.

