Punya Jaringan 5G Terluas di Indonesia, Telkomsel (TSEL) Bidik Frekuensi Baru?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Telkomsel (TSEL) menjadi operator dengan jaringan 5G terluas di Indonesia. Lantas apakah perusahaan pelat merah itu tetap membidik frekuensi baru?
Tercatat, hingga kini jaringan 5G Telkomsel telah menjangkau 56 kota dan kabupaten utama. Terdapat lebih 4.000 BTS yang tersebar di kawasan industri, pusat pemerintahan, dan destinasi wisata prioritas.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi mengatakan, pengembangan jaringan dilakukan secara terarah dan berkelanjutan sesuai dengan peta jalan transformasi digital nasional.
Baca Juga
“Strategi Telkomsel difokuskan pada optimalisasi spektrum frekuensi yang telah dimiliki, serta kesiapan teknis dan operasional untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam penyediaan spektrum baru yang lebih efisien, seperti pada pita 700 MHz dan 2.6 GHz,” ungkapnya kepada investortrust.id, Jumat (31/10/2025).
Menurut Fahmi, kedua pita frekuensi itu memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan 5G dan meningkatkan efisiensi jaringan. Perusahaan juga menempatkan kolaborasi lintas sektor sebagai prioritas utama untuk mempercepat adopsi 5G di sektor-sektor produktif, seperti manufaktur, kesehatan, pendidikan, dan pariwisata.
Telkomsel terus memodernisasi infrastruktur jaringan agar kapasitas dan efisiensinya meningkat. Penerapan kecerdasan buatan (artiifcial intelligence/AI) dan konsep autonomous network terus dikembangkan guna menjaga stabilitas performa jaringan serta pengalaman pelanggan yang optimal.
Sebelumnya, Fahmi menegaskan, keberhasilan transformasi digital ini juga sangat membutuhkan dukungan kebijakan yang kondusif. Salah satunya adalah kolaborasi lintas sektor.
“Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang kondusif serta kolaborasi yang kuat di antara seluruh pemangku kepentingan, Telkomsel berkomitmen menjadikan 5G sebagai fondasi utama penguatan daya saing bangsa,” pungkasnya.
Kemenkomdigi berencana menggelar lelang frekuensi 2,6 GHz pada akhir tahun ini sebagai langkah percepatan pembangunan jaringan 5G di Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari agenda transformasi digital di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga
Telkomsel (TSEL) Optimistis Internet Murah 100 Mbps Bisa Tercapai, tapi...
“Mudah-mudahan untuk kejar akhir tahun ini, kita juga akan melakukan lelang dari 2,6 GHz untuk pembangunan 5G,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid beberapa hari lalu.
Meutya menjelaskan, meski proses seleksi frekuensi dijadwalkan dimulai tahun ini, penyelesaiannya kemungkinan baru tuntas pada 2026. Setelah rampung, pemerintah menargetkan pembangunan jaringan 5G di pita frekuensi tersebut bisa segera dimulai.
“Kalau lancar, tahun depan selesai dan pembangunannya juga sudah mulai dirasakan tahun depan,” jelas Menkomdigi.

