Ilham Habibie Tekankan Keterbukaan Jadi Kunci Wujudkan Demokrasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – The Habibie Center menggelar Habibie Democracy Forum di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (18/11/2025). Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina The Habibie Center Ilham Akbar Habibie menekankan pentingnya kepemimpinan yang akuntabel sebagai kunci mencapai ketahanan demokrasi demi masa depan yang lestari.
"Visi Bapak (BJ Habibie) terhadap demokrasi adalah satu sistem yang harus menjamin adanya suasana, budaya, keterbukaan, transparansi, dan akuntabilitas," kata Ilham, Selasa.
Ilham menyoroti eratnya hubungan antara demokrasi dengan keberlanjutan masa depan. Menurutnya, tidak ada masa depan yang lestari tanpa adanya demokrasi yang kuat. "Komitmen Bapak terhadap demokrasi itu adalah bahwasanya demokrasi ini adalah fondasi berkelanjutan daripada masa depan negara kita," ujarnya.
Ia mencontohkan komitmen B.J Habibie selama 517 hari menjabat di masa transisi kepresidenan (1998-1999), yang ditandai kebebasan pers, penyediaan penduduk demokratis, dan diperbolehkannya pendirian partai, yang menjadi langkah awal penting dalam demokratisasi Indonesia.
Selain itu, Ilham juga menyinggung peran penting teknologi. Menurutnya, pembangunan berbasis teknologi harus dilakukan berkelanjutan (human centric) dan ramah lingkungan, khususnya dalam menghadapi krisis iklim.
Ilham menegaskan kesiapan The Habibie Center untuk melanjutkan gagasan dan perjuangan BJ Habibie, yang tujuannya dinilai belum tercapai. Kontribusi yang dapat dilakukan The Habibie Center, meliputi riset demokrasi, dialog kebangsaan, pengusulan perencanaan kebijakan berbasis data, dan inovasi sosial.
"Saya ingin menegaskan, apa yang Bapak katakan selalu demokrasi bukan saja mengenai hak, tapi tanggung jawab. Jadi hak, human right, dan human responsibility harus berimbang," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berterima kasih telah diundang dalam forum tersebut. Menurutnya, Habibie Democracy Forum menjadi penting membahas isu-isu fundamental di dunia.
"Di situ menurut saya menjadi sangat bermakna, open dialogue, genuine conversation, tidak ada yang menggurui lecturing, tapi peduli dengan jernih membahas untuk mendapat pemahaman yang mendalam. Saya mendoakan The Habibie Center dan think tank yang lain peduli juga dengan masalah-masalah global yang fundamental dan berdampak terhadap kehidupan manusia sejagat," imbuhnya.

