Ilham Habibie: Tanpa Industri Kuat, Indonesia Tak Akan Jadi Negara Maju
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie menekankan pentingnya membangun industri nasional yang kokoh sebagai syarat mutlak menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Indonesia tak akan menjadi negara maju jika tidak memiliki industri yang kuat.
”Tidak ada negara yang kuat tanpa industri yang kuat,” ujar Ilham Habibie dalam sambutan di acara seminar nasional “Outlook Industrialisasi Indonesia” yang digelar PII, di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (5/7).
Menurut Ilham, data industri Indonesia menunjukkan realitas yang mengkhawatirkan. “Ekonomi Indonesia masih sangat bergantung pada sektor komoditas mentah, seperti batu bara, kelapa sawit, dan bijih nikel,” ujar dia.
Baca Juga
HUT ke-73 PII, Ilham Habibie Tekankan Peran Penting Insinyur dalam Reindustrialisasi Nasional
Ketergantungan tersebut, kata Ilham, membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga global dan kehilangan nilai tambah yang seharusnya dinikmati di dalam negeri.
“Akibatnya, kontribusi industri manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) masih di bawah 20%, padahal target tahun ini sebesar 23% dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN),” papar dia.
Ilham membandingkan distribusi manufaktur RI terhadap PDB yang masih kalah dibanding sejumlah negara lain di kawasan Asia, seperti China sekitar 28%, Vietnam 25%, dan Thailand sebesar 27%.
“Pemerintah dan para pelaku usaha menginginkan pertumbuhan ekonomi kita minimal 8%. Kalau menurut pendapat kami dari PII, target itu hanya bisa dicapai jika kita punya kontribusi industri yang lebih besar dari saat ini,” tegas dia.
Ilham Habibie mengungkapkan, Indonesia kini mengalami fenomena deindustrialisasi dini, di mana sektor industri mengalami penurunan sebelum sempat berkembang optimal.
Kondisi ini, menurut Ilham, sangat mengkhawatirkan dan bertolak belakang dengan aspirasi pemerintah yang menargetkan pertumbuhan ekonomi tinggi.
“Kami di PII sudah berkomitmen untuk mendorongnya, menyegarkan reindustrialisasi Indonesia. Saya tekankan reindustrialisasi. Yang kita alami selama ini adalah kebalikan dari industrialisasi, yaitu deindustrialisasi,” ucap dia.
Di lain sisi, Ilham juga menyoroti persoalan kualitas lapangan kerja. Sebab, hanya industri yang mampu menciptakan pekerjaan formal yang berkualitas dan berkelanjutan. “Kami mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan insinyur untuk sama-sama membangun kembali fondasi industri nasional,” tandas dia.
Baca Juga
Ilham Habibie Sebut Prabowo Punya Semangat Ekonomi Pasar Pancasila
Reindustrialisasi, kata dia, harus dilakukan secara modern, berbasis inovasi, dan selaras dengan prinsip ekonomi berkelanjutan. “Tapi jangan lupa, industri di masa mendatang tidak seperti industri yang kita lihat di masa lamanya. Tentu, industri ke depan harus berkelanjutan, harus human centric, harus mengacau wadah prinsip ekonomi hijau, biru, apa namanya, sirkular, regeneratif, dan lainnya,” papar dia.
Sebagai Ketua pemimpin organisasi profesi insinyur, Ilham menekankan peran vital para insinyur dalam mewujudkan industrialisasi nasional. PII telah menyiapkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk penguatan pendidikan teknik, peningkatan jumlah insinyur bersertifikat internasional, dan pembentukan ekosistem inovasi industri nasional.
“Peran insinyur bukan hanya untuk membangun pabrik dan infrastruktur, tapi juga membangun para pelajar, menjadikan lapangan pekerjaan itu penting sekali. Jadi, peran insinyur memang sangat eksplisit,” kata Ilham.

