Kemenkomdigi Resmikan Garuda Spark Innovation Hub Kedua di Jakarta
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) meresmikan Garuda Spark Innovation Hub kedua di Ganara Art Space fX Sudirman, Jakarta, Kamis (2/10/2025). Sebelumnya, program serupa telah diluncurkan di Bandung, Jawa Barat, pekan lalu.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengatakan Garuda Spark dibentuk untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi era ekonomi digital.
“Garuda Spark kami bentuk untuk semangat kemajuan generasi muda dalam mempersiapkan kapabilitas di era ekonomi digital. Program ini disusun dalam beberapa fase,” ujarnya.
Baca Juga
Dukung Ekonomi Digital, Kemenkomdigi Resmikan Garuda Spark Innovation Hub di Bandung
Menurut Meutya, program ini langsung diikuti dengan aktivasi setelah peluncuran. Ia pun memberikan contoh Garuda Spark di Bandung yang sudah dipenuhi oleh pembicara dan pelatih, yang menunjukkan antusiasme ekosistem digital untuk berbagi pengetahuan kepada audiens yang tepat.
“Kita menyatukan orang-orang yang memiliki kompetensi tepat untuk transformasi digital agar bertemu dengan audiens yang sesuai. Ini penting karena seminar biasa belum tentu menyasar target yang tepat,” jelasnya.
Politikus Partai Golkar itu berharap,kehadiran Garuda Spark tidak hanya berhenti di tingkat kota besar, tetapi juga menjangkau kabupaten dan kota lain di provinsi terkait.
“Kami berharap Innovation Hub ini melahirkan cabang-cabang di berbagai wilayah. Ke depan, jejaringnya tidak hanya vertikal ke bawah, tetapi juga ke tingkat internasional,” katanya.
Meutya optimistis terhadap potensi digital Indonesia meski industri teknologi global menghadapi tantangan. Fase ketiga Garuda Spark nantinya akan menghubungkan ekosistem digital lokal dengan ekosistem global, memperluas jangkauan dari ibu kota hingga ke daerah.
Baca Juga
Kemenkomdigi Bekukan TikTok karena Gagal Penuhi Permintaan Data Terkait Demo Agustus
Untuk keberlanjutan program, pendanaan akan mengusung prinsip gotong royong melalui APBN, APBD, BUMN, dan sektor swasta. “Pembagian ini harus adil dan berimbang. Saat ekosistem sudah siap, pemerintah akan lebih berperan sebagai orkestrator sementara pihak swasta bisa bergerak lebih cepat,” tambahnya.
Di sisi lain, Kemenkomdigi menargetkan setiap Garuda Spark dapat mencetak 4 juta penerima manfaat, terdiri atas 2 juta talenta digital dan 2 juta technopreneur. Selain Jakarta dan Bandung, wadah ini juga akan hadir di Medan dan Aceh hingga akhir tahun 2025.

